Pemkab dan Baznas Ciamis Resmikan Kampung Zakat Pamalayan

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

CIAMIS, galuh.d – Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis dan Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Kampung Zakat ke-16 di Desa Pamalayan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Selasa (27/10/2026). Program bertema “Bersama Zakat Wujudkan Desa Sejahtera dan Berdaya” ini menjadi upaya memperkuat kepedulian sosial sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Peluncuran yang berlangsung di Aula Desa Pamalayan tersebut dihadiri Asisten Administrasi Umum (Asda III) Kabupaten Ciamis, Drs. H. Wawan Ruhyat, M.M., yang mewakili Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, Ketua Baznas Kabupaten Ciamis Drs. H. Lili Miftah, M.BA., Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Ciamis Dr. H. Yayan Herdiana, M.Ag., serta Kepala Desa Pamalayan Agus Lutfi Mansur, S.H.

Dalam sambutannya, Wawan Ruhyat menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama, Baznas, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi mewujudkan Kampung Zakat di Desa Pamalayan.

Menurutnya, program tersebut menjadi bukti bahwa semangat gotong royong, solidaritas sosial, dan nilai-nilai keagamaan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.

- Advertisement -

Ia berharap Kampung Zakat tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat solidaritas sosial, serta memperluas manfaat zakat bagi warga yang membutuhkan.

“Melalui pendataan yang baik, koordinasi yang kuat, serta pengelolaan zakat yang amanah, kita dapat memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Wawan juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kehidupan melalui tiga hal, yakni menjaga agama dan akidah, menjaga anak keturunan, serta menjaga alam. Menurutnya, penguatan keimanan, pendidikan dan akhlak generasi muda, serta kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian penting dalam membangun masyarakat yang sejahtera.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Ciamis, Lili Miftah, menjelaskan bahwa pengembangan program zakat di Kabupaten Ciamis diarahkan tidak hanya untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi, tetapi juga mendorong pemberdayaan usaha produktif.

- Advertisement -

Ia mengatakan, program pengelolaan zakat di tingkat desa disesuaikan dengan kemampuan penghimpunan dana. Desa dengan penghimpunan infak yang masih terbatas diarahkan untuk mempercepat penanganan kemiskinan, sedangkan desa dengan penghimpunan lebih besar didorong mengembangkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Jangan sampai ada warga yang kelaparan, warga miskin yang kesulitan berobat karena tidak memiliki ongkos, atau warga yang rumahnya tidak layak huni. Kita ingin dana zakat dan infak benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Lili menambahkan, Baznas Ciamis juga mendorong pengembangan akses pembiayaan syariah untuk memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu upaya yang dikembangkan adalah pembiayaan tanpa bunga melalui skema qardhul hasan, sehingga pelaku usaha kecil memiliki alternatif pembiayaan yang lebih ringan dan dapat terhindar dari jeratan rentenir.

Menurutnya, Kampung Zakat bukanlah akhir dari sebuah program, melainkan langkah awal untuk memperluas pemberdayaan ekonomi umat melalui kolaborasi berbagai pihak.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Ciamis, Yayan Herdiana, menyebut Kampung Zakat merupakan program strategis nasional yang diinisiasi Kementerian Agama melalui sinergi dengan pemerintah daerah, Baznas, lembaga amil zakat, dan masyarakat.

Ia menjelaskan, program tersebut memiliki tujuan utama mengentaskan kemiskinan dan membangun kemandirian masyarakat. Salah satu indikator keberhasilannya adalah perubahan kondisi warga dari mustahik atau penerima zakat menjadi muzaki atau orang yang menunaikan zakat.

“Melalui Kampung Zakat, kita ingin mengubah paradigma pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang semula hanya bersifat konsumtif menjadi lebih produktif, sehingga mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat,” jelas Yayan.

Selain sektor ekonomi, pengelolaan dana umat juga diharapkan dapat mendukung berbagai aspek kehidupan, seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan sosial. Ia menegaskan, keberhasilan Kampung Zakat membutuhkan kebersamaan, dukungan seluruh pemangku kepentingan, serta konsistensi dalam menjalankan program.

Di tingkat desa, Kepala Desa Pamalayan, Agus Lutfi Mansur, mengatakan penguatan pengelolaan zakat di wilayahnya berawal dari penyatuan sejumlah unit pengumpul zakat (UPZ) tingkat dusun pada 2023 menjadi UPZ Desa Pamalayan.

Menurut Agus, langkah tersebut dilakukan melalui dorongan, arahan, dan pembinaan Baznas Kabupaten Ciamis. Sejak itu, pengelolaan zakat dan infak di desanya terus dikembangkan untuk membantu warga dalam berbagai kondisi, mulai dari musibah, kebutuhan pendidikan, hingga bantuan bagi warga lanjut usia.

Agus menyebut UPZ Desa Pamalayan memiliki sebutan TAWAP, singkatan dari Tabungan Akhirat Warga Pamalayan. Program tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen masyarakat dalam membangun kepedulian sosial melalui zakat dan infak.

“Manfaatnya sangat terasa bagi warga. Ketika ada masyarakat yang mengalami musibah, membutuhkan bantuan pendidikan, atau warga lanjut usia yang memerlukan perhatian, kami berupaya membantu melalui pengelolaan zakat dan infak,” katanya.

Ia berharap peluncuran Kampung Zakat ke-16 dapat semakin memotivasi pengurus UPZ dan masyarakat untuk meningkatkan penghimpunan serta pengelolaan zakat secara berkelanjutan.

Dengan hadirnya Kampung Zakat di Desa Pamalayan, seluruh pihak berharap pengelolaan dana umat semakin optimal, sehingga mampu memperluas manfaat zakat, memperkuat pemberdayaan ekonomi, dan mewujudkan masyarakat Kabupaten Ciamis yang lebih sejahtera, religius, serta memiliki kepedulian sosial yang kuat.

- Advertisement -
Berita Terbaru

Perumdam Tirta Galuh Ciamis Salurkan Jutaan Liter Air Bersih

CIAMIS, galuh.id – Perumdam Tirta Galuh Ciamis telah menyalurkan sedikitnya 3,5 juta liter air bersih gratis untuk membantu masyarakat...

Artikel Terkait