CIAMIS, galuh.id – Pelatihan vokasi menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan pencari kerja agar lebih siap memasuki dunia kerja. Melalui program pelatihan barista yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Ciamis, peserta dibekali kemampuan meracik dan menyajikan kopi sebagai modal untuk meniti karier maupun merintis usaha mandiri.
Kemampuan tersebut ditunjukkan peserta pelatihan barista UPTD Latihan Kerja Disnaker Ciamis dalam kegiatan pembukaan Tailor Made Training di PT Chihaya Global Utama (CGU), Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Senin (26/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperlihatkan keterampilan meracik dan menyajikan kopi kepada tamu yang hadir. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha.
Salah seorang peserta pelatihan barista, Mochammad Ikbal Ramdani, mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti program pelatihan yang diselenggarakan UPTD Latihan Kerja Disnaker Ciamis.
Ia mengatakan, ketertarikannya terhadap kopi menjadi salah satu alasan mengikuti pelatihan tersebut. Selama kegiatan, Ikbal memperoleh pengetahuan mengenai teknik meracik kopi, penggunaan peralatan, serta berbagai keterampilan yang dibutuhkan dalam pekerjaan seorang barista.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa diterima mengikuti pelatihan ini. Kami mendapat ilmu baru tentang peracikan kopi, peralatan yang digunakan, dan pengetahuan lainnya dari para instruktur,” kata Ikbal.
Setelah menyelesaikan pelatihan, Ikbal berencana melamar pekerjaan di kedai kopi agar dapat menerapkan ilmu dan keterampilan yang telah diperolehnya.
Menurutnya, perkembangan usaha kedai kopi di Kabupaten Ciamis membuka peluang bagi masyarakat yang ingin menekuni profesi barista. Namun, peluang tersebut perlu diimbangi dengan akses informasi lowongan kerja dan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi.
Ikbal mengaku hingga saat ini belum memperoleh kepastian mengenai penempatan atau penyaluran kerja setelah mengikuti pelatihan. Ia berharap Disnaker Ciamis dapat membantu menghubungkan peserta dengan pelaku usaha yang membutuhkan tenaga kerja di bidang tersebut.
“Kalau untuk penempatan kerja, sejauh ini belum ada kepastian. Mudah-mudahan ke depan bisa dibantu disalurkan. Saya sendiri ingin melamar ke kedai kopi yang sesuai dengan pelatihan yang sudah diikuti,” tuturnya.
Kepala Disnaker Kabupaten Ciamis, Dase Fadlil Yusdy Mubarak, S.H., M.Pd., mengatakan peserta telah memperoleh keterampilan dasar yang dapat dikembangkan untuk memasuki dunia kerja maupun menjalankan usaha secara mandiri.
Menurutnya, pelatihan vokasi harus berorientasi pada penguasaan keterampilan praktis yang dapat diterapkan di lingkungan kerja. Karena itu, peserta diharapkan terus meningkatkan kemampuan dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri.
“Kalau melihat hasil pelatihannya, saya kira mereka sudah cukup siap untuk terjun ke dunia kerja atau berwirausaha. Tentu kompetensinya harus terus dikembangkan,” ujarnya.
Dase berharap, keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat dimanfaatkan secara optimal. Peserta juga didorong untuk terus belajar, memperluas pengalaman, serta aktif mencari peluang kerja sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.
Bagi peserta, pelatihan merupakan langkah awal untuk memperoleh keterampilan. Tantangan selanjutnya adalah mendapatkan kesempatan kerja agar kemampuan tersebut dapat diterapkan secara langsung.
Ikbal berharap sertifikat dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat menjadi nilai tambah ketika melamar pekerjaan. Ia juga berharap peluang kerja bagi lulusan pelatihan barista tidak hanya tersedia di Kabupaten Ciamis, tetapi juga di daerah lain yang membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi serupa.
Ia menyampaikan apresiasi kepada UPTD Latihan Kerja dan Disnaker Ciamis atas kesempatan mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, program serupa perlu terus dilaksanakan agar semakin banyak masyarakat dapat meningkatkan keterampilan dan memperoleh pengalaman baru.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada UPTD Latihan Kerja dan Disnaker Ciamis yang sudah menyelenggarakan pelatihan ini. Mudah-mudahan ke depan ada lagi pelatihan bagi teman-teman yang ingin menambah pengalaman dan keterampilan di bidang kopi,” ujarnya.
Harapan tersebut menunjukkan pentingnya tindak lanjut setelah pelatihan, terutama dalam memperluas akses informasi lowongan kerja dan membangun kemitraan dengan dunia usaha. Dengan dukungan tersebut, peserta diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk mengaplikasikan keterampilan yang telah dipelajari.
Keberhasilan pelatihan vokasi tidak hanya dilihat dari kemampuan peserta menguasai keterampilan teknis, tetapi juga dari sejauh mana kompetensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperoleh pekerjaan atau mengembangkan usaha mandiri.
Melalui program pelatihan vokasi, Disnaker Ciamis diharapkan terus mendorong peningkatan kompetensi pencari kerja sekaligus memperluas akses mereka terhadap peluang kerja yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.
