Banjar, galuh.id – Permohonan kartu pencari kerja di Kota Banjar, Jawa Barat, mengalami peningkatan signifikan pasca Lebaran.
Setelah euforia Idul Fitri 1446 H mereda, gelombang pencari kerja mulai membanjiri Mall Pelayanan Publik (MPP) Terminal Tipe A Kota Banjar.
Jumlah pendaftar kartu kuning atau AK1 meningkat signifikan dari hari biasa.
Hal ini mencerminkan semangat baru warga untuk mencari peluang kerja. Baik di dalam negeri maupun ke luar negeri sebagai calon pekerja migran.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kota Banjar, Ninding Kosmana, mengungkapkan terkait peningkatan permohonan kartu pencari kerja ini.
Menurutnya, peningkatan memang terjadi setiap pasca Lebaran, meskipun tidak sampai menembus angka ratusan permohonan dalam waktu singkat.
“Sejak 8 April hingga 17 April, sudah ada 61 pencari kerja yang mengajukan AK1,” ujarnya, Sabtu (19/4/2025).
Mayoritas pemohon AK1 berencana mencari pekerjaan di wilayah Jabodetabek, yang masih menjadi pusat peluang kerja di Indonesia.
Namun, ada pula yang mengincar pekerjaan di luar negeri, dengan negara tujuan seperti Taiwan, Brunei Darussalam, dan Hongkong.
Data Permohonan Kartu Pencari Kerja
Berdasarkan data dari Januari hingga Maret 2025, jumlah total pencari kerja yang mengurus AK1 untuk penempatan dalam maupun luar negeri mencapai 184 orang.
Bagi calon pekerja migran, perusahaan sudah menyiapkan pembekalan sebelum mereka berangkat ke negara tujuan.
Menanggapi tingginya minat pencari kerja, Dinas Tenaga Kerja Kota Banjar berencana mengadakan job fair rutin setiap tahun pada bulan Juni atau Juli.
“Kami masih melihat kondisi anggaran daerah sebelum memastikan penyelenggaraan tahun ini,” jelas Ninding.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjar tahun 2024, jumlah pengangguran terbuka di daerah ini mencapai 5.967 orang.
Meskipun tergolong salah satu yang terendah di Jawa Barat, angka tersebut tetap menjadi tantangan yang harus di atasi dengan berbagai strategi penyerapan tenaga kerja.
Lonjakan permohonan AK1 pasca Lebaran mencerminkan harapan baru bagi pencari kerja.
Kini, tantangannya adalah memastikan peluang tersedia dan akses kerja semakin luas bagi mereka yang berusaha mengadu nasib di berbagai daerah dan luar negeri. (GaluhID/Diana)
Editor: Evi
