Jumat, 24 September 2021
Jumat, 24 September 2021
spot_img

Pertanian di Ciamis Dijadikan Percontohan Nasional

Berita Ciamis, galuh.id – Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengaku bahwa petani milenial di Ciamis sangat meningkat luar biasa. Mulai dari petani padi hingga petani sayuran.

Hal itu ia sampaikan usai menghadiri FGD Sinergi Program Mendukung Inklusi Keuangan bagi Petani Milenial. Bertempat di Aula Setda Ciamis, Rabu (5/5/2021) malam.

Menurut Herdiat, dengan agenda FGD tersebut harapannnya dapat lebih membangkitkan lagi perekonomian di bidang pertanian, khususnya di Ciamis.

Meski dalam situasi pandemi Covid-19, bidang pertanian tidak begitu terdampak.

“Bila kita bisa memanfaatkan setiap peluang. Mulai dari penanaman hingga pemasaran,” ucapnya.

Sementara Asisten Deputi Keuangan Inklusif dan Keuangan Syariah Kemenko Perekonomian, Erdiriyo mengatakan ada beberapa alasan terkait pelaksanaan FGD di Ciamis.

Salah satunya yaitu Bank Mandiri telah melakukan investasi cukup besar di Kabupaten Ciamis kurang lebih sebesar Rp 15 Milyar.

“Investasi tersebut bertujuan untuk kemitraan,” katanya.

Lanjut Erdiriyo, tak hanya dari Bank Mandiri saja, pihaknya juga mengajak Telkom, Pupuk Indonesia Holding Company dan Mitra Bumdes Nusantara.

Untuk terus replikasi di Pamarican atau di tempat-tempat yang lainnya di Kabupaten Ciamis.

Kasi Pembiayaan Pertanian Dinas Pertanian provinsi Jabar, Mira Karmina, menyebut Ciamis menjadi salah satu percontohan Pertanian Nasional.

Produktivitas Pertanian di Ciamis

Hal tersebut terlihat karena petani di Ciamis lebih terbuka terhadap perubahan. Selain itu koordinasi dengan Pemda Ciamis cukup baik sekali.

Jika ikut serta perlombaan, di Ciamis itu lebih maju. “Makanya kami dari provinsi mengajukan Kabupaten Ciamis sebagai percontohan,” jelas Mira.

Untuk kartu tani saja lanjutnya, sudah jadi percontohan dan mulai berjalan meskipun ada kendala. Namun yang namanya perubahan pasti ada.

Ia menjelaskan bahwa Hutan Nasional itu Jawa Barat karena luasannya lebih tinggi.

Tapi produktivitas untuk memasukan teknologi ke Ciamis responsif petaninya cukup baik, sehingga kartu tani pun pihaknya terapkan.

Selain itu Mira juga menyampaikan ubi yang jelek ada turunan untuk menjadi pakan ternak. Maka dari itu ia berharap tidak import jagung.

“Kami membuat turunan-turunan. Sehingga bagaimana kesejahteraan peternak ayam itu nanti ke depan tidak terkendala pakan,” jelasnya.

Pihaknya pun menerapkan Offtaker dengan sistem siklus. Jangan sampai suplainya ada banyak, ketika sedikit harganya akan turun.

“Nah mungkin akan terintregasi lagi dengan Dinas Peternakan Ciamis. Bagaimana caranya itu menjadi siklus,” kata Mira.

Harapannya Offtaker ini nantinya berjalan, sehingga ada kepercayaan dari pihak perbankan.

Harga awal itu imbuh Mira, sudah pasti bagi peternak ayam. Ada kepastian harga dan menghitung hasilnya dari awal bagi para petani/peternak. (GaluhID/Tony)

Editor : Evi

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Temukan Kami

47,551FansSuka
275PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan