Ciamis, galuh.id – Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menjadi contoh atas kekuatan luar biasa dari gotong royong warganya melalui program Kencleng.
Program tersebut berhasil mengumpulkan dana hampir Rp7 miliar dalam waktu hanya empat bulan. Sebuah pencapaian luar biasa yang memancarkan harapan bagi ribuan jiwa.
Siapa yang mengira bahwa recehan seribu atau dua ribu rupiah dapat menjadi batu loncatan menuju miliaran rupiah yang mengubah kehidupan.
Program inovatif gagasan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Ciamis ini memanfaatkan celengan kecil, yang dengan sederhana hadir di ribuan rumah warga di 79 desa.
Dari Januari 2025, kencleng-kencleng tersebut mulai menjadi tabungan kebaikan, diisi dengan recehan seratus hingga dua ribu rupiah.
Tak ada yang menyangka dalam waktu singkat, dana yang terkumpul melambung hingga Rp7 miliar. Angka fantastis, mengingat program ini baru menjangkau sepertiga dari total desa yang ada di Ciamis.
Ketua Baznas Ciamis, Lili Miftah, mengungkapkan bahwa program kencleng ini telah membawa revolusi besar dalam cara masyarakat berdonasi.
“Dulu, kami harus berkeliling menjemput infak ke rumah-rumah. Kini, dengan kencleng, masyarakat lebih antusias dan aktif dalam berkontribusi,” ujarnya, Rabu (23/4/2024).
“Setiap tanggal 20, kami panen berkah dari celengan ini. Sedekah receh pun bisa menjadi gunung kebaikan,” sambung Lili.
Dana yang terkumpul tak hanya bernilai angka, melainkan penuh dengan makna.
Program Kencleng untuk 5 Program Unggulan
Baznas Ciamis mengalokasikan dana tersebut untuk lima program unggulan, masing-masing dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat:
- Ciamis Peduli: Pembangunan rumah layak huni untuk keluarga prasejahtera.
- Ciamis Cerdas: Pemberian beasiswa pendidikan bagi anak-anak kurang mampu.
- Ciamis Sehat: Layanan pengobatan gratis yang menyentuh hati warga.
- Ciamis Sejahtera: Pemberian modal usaha untuk pelaku UMKM lokal.
- Ciamis Agamis: Insentif penghargaan bagi para guru mengaji yang mengabdikan diri untuk masyarakat.
Keberhasilan program ini menjadi sumber inspirasi yang tak terbatas. Pada tahun sebelumnya, Baznas Ciamis berhasil mengumpulkan Rp17 miliar.
Namun dengan pendekatan partisipatif melalui kencleng ini, mereka optimis angka tersebut akan meningkat tajam di tahun 2025.
“Jika semua 265 desa sudah berpartisipasi penuh, bayangkan dampaknya terhadap masyarakat. Ini baru permulaan dari gerakan besar,” ucap Lili.
Lebih dari sekadar donasi, kencleng telah menjadi simbol kolaborasi yang merangkul seluruh lapisan masyarakat.
Dari setiap desa, setiap keluarga, hingga setiap individu, semua bersatu dalam satu narasi kebaikan. Apa yang sebelumnya hanya receh kecil, kini menjadi penopang perubahan besar.
Baznas Ciamis berharap model ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.
“Bayangkan jika seluruh daerah di negeri ini mengikuti langkah Ciamis, receh-receh kecil bisa membangun Indonesia yang lebih baik,” tutup Lili. (GaluhID/Diana)
Editor: Evi
