Banjar, galuh.id – Perumdam Tirta Anom Kota Banjar meluncurkan program pemutihan guna meringankan beban piutang ribuan pelanggan non aktif.
Direktur Perumdam Tirta Anom, E Fitrah Nurkamilah, berharap program ini dapat memperbaiki cash flow perusahaan dan kualitas layanan air bersih bagi pelanggan aktif.
“Target kami melalui program ini dapat menyerap 40% beban piutang. Tapi sejauh ini dari hasil sosialisasi di empat kecamatan, baru terserap sekitar 10%,” katanya saat menghadiri sosialisasi di Aula Kelurahan Purwaharja, Rabu (4/6/2025).
Nurkamilah menduga, minimnya peminat terhadap program ini karena kurangnya pemahaman. Walaupun pihaknya sudah berkirim surat terhadap penunggak dan menggelar sosialisasi di 4 kecamatan.
“Makanya untuk sosialisasi kesekian kalinya ini, saya melibatkan forum RT dan RW di Kecamatan Purwaharja untuk mensosialisasikan ke warganya,” tegasnya.
Kendati demikian, pihaknya masih menunggu masa pemberlakuan program ini yang akan berakhir pada 20 Juni 2025 mendatang.
“Karena memang tidak semuanya yang penunggak mau datang menghadiri sosialisasi. Ada di antaranya yang datang juga ke kantor untuk mengikuti program,” ucapnya.
Selain itu, lanjut Nurkamilah, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap tingkat keberhasilan program ini.
Karena program pemutihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kembali pelanggan aktif yang terkendala jumlah tunggakan piutang.
Apresiasi Program Pemutihan Piutang Tirta Anom
Program pemutihan piutang sendiri berlaku bagi penunggak pembayaran dari tahun 2017. Di mana pelanggan non aktif ini hanya dibebankan pembayaran 3 bulan terakhir saja dari jumlah keseluruhan piutang.
“Selain meringankan pembayaran, kami juga menghapus denda dan menggratiskan biaya pasang kembali. Agar kembali menjadi pelanggan aktif dan dapat menikmati layanan air bersih dari Tirta Anom,” tuturnya.
Sebanyak 2.337 pelanggan non aktif di Kota Banjar menyumbang nominal piutang sebesar Rp1.781.118.100.
Dengan rincian sebaran di Kecamatan Banjar sebanyak 851 SR, Pataruman 690 SR, Purwaharja sebanyak 411 SR dan di Kecamatan Langensari 271 SR.
Ketua Forum RT RW, Lalak Siti Malak yang hadir dalam sosialisasi, menyambut baik program pemutihan yang menurutnya dapat meringankan beban penunggak.
“Program ini luar biasa bagi pelanggan non aktif dan kami sangat mengapresiasi. Akan kami bantu untuk mensosialisasikannya kembali kepada warga,” ungkapnya.
Menurut Lalak, pelayanan Perumda Tirta Anom kali ini menambah tingkat kepuasan layanan bagi pelanggan. Ia mengakui pelayanan Tirta Anom terus meningkat ke arah yang lebih baik.
“Pelayanannya sudah optimal. Bahkan saat ada pengaduan pelanggan, terbukti langsung gercep mendatangi terjadinya kendala untuk memberikan solusi,” ujarnya.
Lalak berharap ke depannya jika memungkinkan, pembayaran rekening air dapat dilakukan di masing-masing lingkungan dan melibatkan ketua RT atau RW. (GaluhID/Teja)
Editor: Evi
