Minggu, 19 September 2021
Minggu, 19 September 2021
spot_img

Pusat Budaya Ciamis Konsep Instagramable, Ini Respon Bupati

Berita Ciamis, galuh.id – Pusat Budaya Ciamis rencananya akan dengan konsep abtraksi yang instragamable. Sesuai dengan atensi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Namun dengan tidak menghilangkan nilai – nilai budaya khas Ciamis. Seperti kolam perenungan, pendopo – pendopo dan ruangan – ruangan yang multifungsi.

Demikian Firmansyah selaku Konsultan Perencanaan Pembangunan menyampaikan hal itu saat ekpose DED Pembangunan Pusat Budaya Ciamis, di ruang Oproom Setda Ciamis.

Rencananaya, Pusat Kebudayaan tersebut akan dibangun di Wisata Budaya Situs Karangkamulyan Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis.

Ekspose DED pembangunan Pusat Budaya Ciamis ini, kata Firmasnyah, merupakan review dari DED sebelumnya yang telah direncanakan pada tahun 2019.

”Akan tetapi baru dapat menidaklanjutinya kembali di tahun 2020,” katanya, Senin (14/12/2020).

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menuturkan, sukses tidaknya pembangunan tergantung matang dan tidaknya perencanaan. Jangan sampai hasil akhirnya tak sesuai dengan perencanaan.

Berdasarkan pengalaman dari pembangunan sebelum – sebelumnya di Ciamis, ada diantaranya yang hasilnya tidak sesuai dengan perencanaan atau gagal.

Bangun Musium di Lokasi Pusat Budaya Ciamis

”Berkaca dari kejadian itu, maka untuk pembangunan selanjutnya baik dari provinsi maupun Pusat, selalu kami ekspose. Biar jelas segala sesuatunya,” ungkapnya.

Pihaknya pun mendukung penuh dan mengapresiasi apa yang Konsultan Perencanaan sampaikan. Namun pembangunannya harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran.

“Hendaknya pembangunan menyesuaikan dengan kemampuan APBD. Syukur – syukur bisa membantu mendorong anggarannya baik dari provinsi maupun pusat,” ucapnya.

Selain itu, Bupati Herdiat juga memiliki keinginan untuk membangun Musium Budaya di lokasi pusat kebudayaan.

Karena menurutnya, Ciamis banyak sekali benda-benda sejarah yang tidak terukur nilainya dan banyak dirawat secara pribadi oleh masyarakat.

”Jika ada Musium. Tentu akan ada tempat untuk menghimpunnya,” terangnya.

Herdiat berpesan agar dalam proses pembangunan pusat budaya dapat melibatkan semua potensi termasuk masyarakat sekitar. Paling penting tidak merusak lingkungan.

“Libatkan masyarakat dan potensi yang ada. Kami ingin pusat budaya yang betul – betul terintegrasi. Baik agamanya, budayanya maupun ekonominya,” tuturnya.

Ketua Dewan Kebudayaan Ciamis sekaligus Rektor Universitas Galuh, Yat Rospia Brata, menambahakan meski konsep pembangunannya milenial, tetapi harus tetap ada nilai-nilai sejarahnya. (GaluhID/Evi)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Temukan Kami

47,551FansSuka
274PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan