Selasa, 13 April 2021
Selasa, 13 April 2021
BJB

Ridwan Kamil Tinjau Lahan Bekas Tambang di Sukabumi

Berita Jabar, galuh.id – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau lahan bekas tambang di Sukabumi, yang akan diubah menjadi kawasan pariwisata dan pengembangan agrikultur.

Lahan bekas pertambangan pasir silika milik PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) ini telah habis masa berlaku Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Kini, lahan bekas tambang tersebut akan diubah jadi kawasan pariwisata dan pengembangan agrikultur.

Kondisi lahan seluas 85 hektare itu sekarang mulai produktif dengan vegetasi dan pepohonan lebat. Hanya ada sebagian kecil bebatuan sisa tambang yang dibiarkan untuk keperluan penelitian.

”Dulunya penuh bebatuan seperti di planet mars. Sekarang hanya sekian persen bekas pertambangannya. Sengaja dibiarkan untuk penelitian,” ujar Ridwan Kamil, Jumat (24/7/2020).

Tambang di Sukabumi

Ia menekankan pemanfaatan lahan bekas tambang harus memiliki tiga nilai yaitu lingkungan, sosial dan ekonomi. Agar nantinya dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

“Kalau hanya lingkungan sosial saja tapi ekonominya tidak ada, tidak akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat sekitar,” ujar Gubernur yang kerap disapa Kang Emil ini.

Ia juga meminta kepada PT SBI untuk segera mempresentasikan rencana pengembangan lahan bekas tambang di tahun ini, lengkap dengan proyeksi bisnisnya.

Apabila berhasil dalam 3 sampai 5 tahun, Emil yakin kawasan ini akan menjadi percontohan
pemanfaatan lahan bekas tambang menjadi berdaya guna dan ramah lingkungan.

“Saya minta tahun ini dipresentasikan. Apakah pariwisata atau pertanian yang tangguh dari disrupsi Covid- 9 dan bernilai ekonomi seperti jahe merah,” katanya saat meninjau lahan bekas tambang di Sukabumi.

Ajak Pihak Lain yang Berpengalaman

Sebagai bentuk dukungan Pemda Provinsi Jabar, Gubernur akan mempertemukan PT SBI dengan stakeholders lain, yang lebih paham mengelola ekonomi pariwisata skala besar.

Karena pemanfaatan kawasan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak. Tapi juga harus menggandeng pihak lain yang lebih berpengalaman.

“Saya akan carikan nanti. Orang-orang yang paham mengelola ekonomi pariwisata berskala besar. Saya sarankan jangan dikelola sendiri, tapi mengajak berpartner,” tuturnya.

Pemda Provinsi Jabar juga akan meneliti produk pertanian yang cocok ditanam di ketinggian dan jenis tanah di lahan tersebut, serta bernilai ekonomi tinggi di pasaran. (GaluhID/Evi)

 
 
Loading...

Artikel Terkait

Pemprov Jabar Perpanjang PPKM Mikro Sampai 19 April 2021

Berita Ciamis, galuh.id - Pemprov Jabar kembali memperpanjang PPKM mikro dari tanggal 6 April sampai dengan 19 April 2021. Demikian hal itu Sekda Jabar Setiawan...

Di RUPST 2020, BJB Tabur Dividen Rp 941,97 Miliar

Berita Jabar, galuh.id - Bank BJB gelar RUPST (Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan) tahun buku 2020. Bertempat di Grand Ballroom Trans Luxury Hotel Bandung,...

Saham BJB Menguat Hampir 5% Jelang Pengumuman Dividen

Berita Jabar, galuh.id - Saham BJB menguat hampir 5% tepatnya 4,58% di posisi Rp 1.600 per saham. Penguatan ini terjadi jelang RPUS tahunan pada...

Temukan Kami

47,740FansSuka
219PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya