Jabar, galuh.id – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, *Heri Rafni Kotari, menggelar kegiatan Pendidikan Demokrasi di SMK Negeri 1 Rajadesa, Kabupaten Ciamis. Kegiatan yang diikuti oleh kepala sekolah, dewan guru, serta ratusan siswa tersebut menjadi ruang edukasi untuk menanamkan pemahaman mengenai pentingnya demokrasi, kepemimpinan, serta partisipasi aktif generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam sambutannya, Heri Rafni Kotari menegaskan bahwa demokrasi bukan hanya dipahami sebagai proses memilih pemimpin melalui pemilu, tetapi merupakan budaya yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghargai, bertanggung jawab, menjunjung tinggi kejujuran, serta mampu menerima perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun kemajuan bersama.
“Sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter, integritas, dan kepemimpinan. Dari ruang-ruang kelas inilah akan lahir generasi yang kelak menentukan arah pembangunan bangsa. Demokrasi harus dimulai dari lingkungan sekolah melalui budaya berdialog, menghargai pendapat, dan berani bertanggung jawab atas setiap keputusan,” ujar Heri Rafni Kotari.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat. Menurutnya, kualitas demokrasi pada masa depan sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang diterima generasi muda saat ini. Oleh sebab itu, pendidikan demokrasi harus menjadi bagian dari proses pembentukan karakter peserta didik agar mereka tumbuh sebagai warga negara yang kritis, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap kehidupan sosial.
Dalam pemaparannya, Heri Rafni Kotari juga mengajak para siswa untuk memanfaatkan era digital secara bijaksana. Ia mengingatkan bahwa derasnya arus informasi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis sehingga generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh hoaks, ujaran kebencian, maupun berbagai bentuk disinformasi yang dapat mengancam persatuan bangsa.
Mengutip pemikiran Nelson Mandela, Heri Rafni Kotari menyampaikan:
“Education is the most powerful weapon which you can use to change the world.” (“Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang dapat digunakan untuk mengubah dunia.”)
Menurutnya, kutipan tersebut menegaskan bahwa perubahan besar selalu diawali oleh pendidikan yang berkualitas. Pendidikan tidak hanya menghasilkan individu yang cerdas, tetapi juga membentuk manusia yang memiliki kepedulian sosial, jiwa kepemimpinan, dan kemampuan untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa.
Ia juga mengutip filosofi Ki Hajar Dewantara: “Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah.”
Heri Rafni Kotari menjelaskan bahwa pendidikan karakter dan nilai-nilai demokrasi tidak berhenti di lingkungan sekolah, melainkan harus tumbuh di keluarga, masyarakat, dan seluruh ruang kehidupan agar mampu membentuk generasi yang berakhlak, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian kepada bangsa.
Dalam sesi dialog, para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai peran DPRD, mekanisme penyusunan kebijakan publik, pentingnya partisipasi politik generasi muda, hingga tantangan demokrasi di era digital. Suasana diskusi berlangsung dinamis, mencerminkan semangat kritis dan rasa ingin tahu yang menjadi fondasi penting dalam kehidupan demokrasi.
Di akhir kegiatan, Heri Rafni Kotari mengajak seluruh peserta didik untuk terus belajar, menjaga integritas, menghormati keberagaman, serta berani bermimpi besar. Menurutnya, Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, kepedulian sosial yang tinggi, serta komitmen untuk mengabdi kepada masyarakat.
Kegiatan Pendidikan Demokrasi di SMK Negeri 1 Rajadesa diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran demokrasi di kalangan pelajar sekaligus membangun optimisme bahwa generasi muda merupakan aset strategis bangsa. Melalui pendidikan yang berkualitas dan karakter yang kokoh, para pelajar diyakini akan menjadi pemimpin masa depan yang mampu membawa Indonesia menuju kemajuan yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan. (GaluhID/Arul)
