CIAMIS, galuh.id – Dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384 Tahun 2026, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Ciamis menggencarkan upaya pelestarian sumber daya perikanan melalui program restocking atau penebaran benih ikan di sejumlah perairan umum.
Sebanyak 215.000 benih ikan dijadwalkan akan ditebar di tujuh lokasi yang tersebar di wilayah Kabupaten Ciamis sepanjang bulan Juni 2026.
Program tersebut menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus melestarikan sumber daya hayati perikanan.
Kepala Disnakkan Kabupaten Ciamis, A Wahyu Radityananto, melalui Kepala Bidang Pemanfaatan dan Pengendalian Sumber Daya Perikanan, Aris Andriyana, mengatakan program penebaran benih ikan ini didanai melalui kolaborasi antara Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ciamis serta dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Dari APBD Kabupaten Ciamis kami mengalokasikan 115.000 benih ikan untuk lima lokasi. Sementara dari anggaran provinsi terdapat dukungan 100.000 benih ikan untuk dua lokasi, sehingga total keseluruhan mencapai 215.000 benih ikan,” ungkap Aris, Senin (8/6/2026).
Aris menjelaskan, dari tujuh lokasi yang direncanakan, satu titik telah terealisasi pada 4 Juni 2026 di Situ Cipeuteuy, Kecamatan Panawangan. Sebanyak 23.000 benih ikan jenis nilem dan tawes telah ditebar di lokasi tersebut.
Sementara itu, empat lokasi lain yang masih menunggu pelaksanaan penebaran yakni Situ Rancabala Cimari di Kecamatan Cikoneng, Situ Putra Haji Kecamatan Cihaurbeuti, Situ Cimonteng Kecamatan Rajadesa, serta Cek Dam Ciwaled Kecamatan Tambaksari.
Adapun dua lokasi yang mendapat alokasi bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat berada di Sungai Karangkamal, Kawasen, Kecamatan Banjarsari dan Sungai Cipalih, Kecamatan Ciamis. Jenis benih ikan yang akan ditebar di dua titik tersebut yakni ikan tawes.
“Seluruh agenda penebaran ditargetkan selesai pada Juni ini. Namun, untuk jadwal pasti pelaksanaannya masih menyesuaikan kondisi lapangan,” jelasnya.
Menurut Aris, program restocking ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis, tetapi juga bertujuan menjaga keberlangsungan hayati serta melestarikan ekosistem perairan umum daratan, baik sungai maupun situ di wilayah Ciamis.
Ia pun mengimbau masyarakat sekitar lokasi penebaran agar turut menjaga benih ikan yang telah ditebar dengan tidak langsung menangkap atau memanennya.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menjaring, memancing, terlebih menyetrum ikan yang baru ditebar. Biarkan terlebih dahulu tumbuh besar dan berkembang biak. Jika nanti sudah besar, tentu bisa dimanfaatkan bersama,” pungkasnya. (GaluhID/Tegar)
