Ciamis, galuh.id – Cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Ciamis pada Selasa hingga Rabu (20–21 Mei 2025) menyebabkan rentetan kejadian tanah longsor di delapan titik lokasi berbeda.
Tanah longsor terjadi di wilayah Kecamatan Kawali, Cipaku, Panawangan, Lumbung, dan Rajadesa.
Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani menyampaikan pemicu bencana ini oleh hujan deras yang mengguyur terus-menerus.
Sehingga memicu pergerakan tanah dan kerusakan pada tebing penahan tanah (TPT), saluran irigasi, serta bangunan rumah warga.
“Dalam waktu sehari, BPBD mencatat setidaknya 8 titik longsor yang tersebar di beberapa kecamatan,” kata Ani.
“Meski tidak ada korban jiwa, beberapa infrastruktur mengalami kerusakan. Termasuk rumah warga, TPT, saluran irigasi, dan bahu jalan desa,” sambungnya.
Lokasi terdampak longsor di antaranya Desa Jalatrang dan Desa Cipaku Kecamatan Cipaku: TPT ambruk, beberapa rumah terancam longsoran.
Kemudian Desa Kawali dan Karangpawitan Kecamatan Kawali: Saluran irigasi Cimanyeuseup tertutup longsor, TPT dan sumur warga rusak.
Desa Sindangsari Kecamatan Kawali: Tebing longsor tutupi saluran irigasi Cigandaria. Selain itu Desa Rawa Kecamatan Lumbung: Rumah warga tertimpa material longsor.
Desa Sukajaya Kecamatan Rajadesa: Terjadi pergerakan tanah, 15 rumah terdampak, 1 rumah terancam. Desa Kertayasa Kecamatan Panawangan: Bahu jalan desa terbawa longsor, 1 keluarga mengungsi.
Tim BPBD telah bergerak cepat melakukan kaji cepat, berkoordinasi dengan aparat setempat, dan mendistribusikan bantuan logistik seperti sembako di lokasi terdampak.
Beberapa lokasi telah tertangani sementara, namun sebagian masih menunggu penanganan permanen.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor. Segera laporkan jika ada tanda-tanda pergerakan tanah atau keretakan pada dinding dan tanah sekitar,” tegas Ani.
BPBD Ciamis juga merekomendasikan pelaksanaan kajian teknis dari Badan Geologi untuk wilayah dengan indikasi pergerakan tanah berulang seperti di Desa Sukajaya. (GaluhID/Tegar)
Editor: Evi
