Sakit leher bagian belakang adalah keluhan yang umum terjadi dan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti postur tubuh yang buruk, ketegangan otot, stres, atau kelelahan. Namun, banyak yang bertanya-tanya: benarkah sering sakit leher belakang bisa menjadi tanda kolesterol tinggi?
Secara medis, menurut Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Provinsi Bengkulu (pafiprovinsibengkulu.org), kolesterol tinggi tidak secara langsung menyebabkan sakit leher, tetapi bisa berkaitan secara tidak langsung.
Kolesterol yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan penumpukan plak di dinding pembuluh darah (aterosklerosis). Termasuk di pembuluh arteri yang menuju otak dan leher.
Baca Juga: Jangan Abaikan! Ini Gejala Kolesterol Tinggi pada Wanita
Jika aliran darah ke otot atau otak terganggu, hal ini dapat menyebabkan ketegangan otot, nyeri. Biasanya akan terasa berat di leher atau kepala.
Dalam beberapa kasus, menurut Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Sabang Marauke (pafisabangmarauke.org), nyeri leher bagian belakang bisa menjadi gejala awal gangguan sirkulasi darah akibat kolesterol tinggi. Terutama bila disertai gejala lain seperti pusing, cepat lelah, atau kesemutan.
Namun, sakit leher yang berdiri sendiri tanpa gejala lain lebih sering disebabkan oleh masalah otot atau postur.
Untuk mengetahui apakah kolesterol adalah penyebabnya, pemeriksaan laboratorium kadar kolesterol adalah langkah terbaik. Terutama jika Anda memiliki faktor risiko seperti obesitas, kurang olahraga, merokok, atau riwayat keluarga dengan penyakit jantung.
Jika Anda sering mengalami sakit leher belakang yang tidak kunjung sembuh, disertai gejala lain seperti nyeri dada, pusing, atau sesak napas, segera konsultasikan ke dokter. Deteksi dini kolesterol tinggi dapat mencegah komplikasi serius seperti serangan jantung dan stroke. (GaluhID)

