Solusi Inovatif Warga Ciamis, Ciptakan Pakan Ikan Nila Berbasis Limbah

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Ciamis, galuh.id – Warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menciptakan pakan nila berbasis limbah, solusi inovatif yang murah dan ramah lingkungan.

Di tengah tantangan mahalnya biaya pakan ikan nila, Sutisna, warga Dusun Babakan, Desa Panumbangan, hadir dengan solusi inovatif.

Mantan pegawai ASN yang pensiun pada 2018 ini menciptakan pakan alternatif berbasis limbah, yang tidak hanya memangkas biaya hingga 50%, tetapi juga membantu menjaga lingkungan.

Sejak 2021, Sutisna mengembangkan formula pakan berbasis limbah roti dan Chicken Carcass Meat (CCM), dua bahan yang melimpah tetapi sering terbuang.

- Advertisement -

Kabupaten Ciamis sendiri mencatat pembuangan limbah industri dalam jumlah besar sekitar 200 kg limbah roti dan 400 kg limbah CCM per hari.

Melihat potensi ini, ia mulai mengolah limbah menjadi pakan berkualitas tinggi dengan nilai gizi yang setara dengan pakan komersial.

“Hasil dari inovasi ini, alhamdulillah efisiensi produksi jadi lebih baik. Pertumbuhan biomassa ikan optimal, dan tingkat kelangsungan hidup ikan tinggi,” katanya, Rabu (23/4/2025).

Para pembudidaya yang telah menggunakan pakan inovatif ini melaporkan peningkatan keuntungan hingga 40-50% daripada pakan pabrikan.

- Advertisement -

Bahkan, pada skala produksi dengan biaya Rp7,44 juta, hasil panen mencapai 802,5 kg ikan nila dengan keuntungan bersih Rp12,62 juta, jauh lebih tinggi dibandingkan metode konvensional.

Inovasi Pakan Nila Berbasis Limbah Jadi Peluang Usaha

Selain manfaat ekonomi, inovasi ini juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat dengan memanfaatkan bahan lokal yang sebelumnya terbuang.

Meski permintaan tinggi, keterbatasan modal menjadi hambatan bagi Sutisna untuk memperluas produksi dan meningkatkan fasilitas. Ia kini tengah mencari investor untuk mendukung pengadaan peralatan dan ekspansi bisnis ini.

“Saat ini memang sudah ada orang yang merespons untuk memberikan modal. Tapi masih penjajakan, belum terealisasi,” tuturnya.

Sutisna juga berharap pemerintah berperan aktif dalam mendukung unit-unit pakan mandiri di setiap kecamatan, sehingga pembudidaya ikan nila bisa lebih terbantu.

Sejumlah desa seperti Tanjungmulya, Golat, Jayagiri, dan Madanglayang telah mengadopsi pakan mandiri ini.

Bahkan, kunjungan studi banding dari Kutai Kartanegara menunjukkan bahwa inovasi ini berpotensi diterapkan secara lintas provinsi.

Ke depan, teknologi mesin extruder tengah dikembangkan guna menghasilkan pakan terapung berkualitas tinggi.

Selain itu, pembentukan kelompok usaha seperti GERPAPI di berbagai desa bertujuan memperlancar distribusi pakan alternatif dengan harga lebih terjangkau.

“Dengan inovasi ini, budidaya ikan nila menjadi lebih hemat, berkelanjutan, dan membawa dampak positif bagi lingkungan serta ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (GaluhID/Evi)

- Advertisement -
Berita Terbaru

Nabung Sampah, Udedi Kusmana Raih Motor dari Pemkab Ciamis

CIAMIS, galuh.id – Konsisten memilah dan menabung sampah selama tiga tahun mengantarkan Udedi Kusmana, warga Kabupaten Ciamis, meraih penghargaan sebagai penabung sampah perorangan terbaik tahun 2026. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Ciamis Herdiat Sunarya usai memimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapang Lokasana, Senin (17/8/2026). Sebagai apresiasi, Udedi mendapatkan hadiah berupa satu […]

Artikel Terkait