Stadion Galuh Masih Banyak Kekurangan untuk Mengarungi Liga 2 Indonesia

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Ciamis, galuh.id – Menjelang bergulirnya kompetisi Liga 2 Indonesia musim 2026/2027, pembenahan Stadion Galuh Ciamis menjadi salah satu fokus utama yang terus dikebut manajemen PSGC Ciamis. Stadion kebanggaan masyarakat Tatar Galuh itu harus memenuhi standar club licensing yang mengacu pada regulasi FIFA dan AFC agar Laskar Singacala terhindar dari sanksi pengurangan poin saat kompetisi dimulai.

Pengurus lama Manajemen PSGC Ciamis, Erwan Darmawan, mengatakan proses pembenahan stadion terus dilakukan hingga menjelang kick-off Liga 2. Menurutnya, sejumlah aspek infrastruktur menjadi perhatian utama agar Stadion Galuh memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan.

“Kesiapan stadion, kita terus berbenah sampai nanti kick-off. Mudah-mudahan kita bisa memenuhi persyaratan-persyaratan di club licensing,” ujar Erwan, Jumat (31/7/2026).

Ia menjelaskan, meski selama ini Stadion Galuh dinilai sudah layak sebagai markas PSGC, regulasi terbaru mengharuskan adanya peningkatan di berbagai sektor. Beberapa fasilitas yang menjadi fokus evaluasi di antaranya kualitas pencahayaan stadion, kapasitas serta standar tempat duduk single seat, hingga kualitas dan perawatan rumput lapangan.

- Advertisement -

Menurut Erwan, pemenuhan standar tersebut bukan sekadar formalitas administrasi. Klub yang gagal memenuhi ketentuan club licensing berpotensi menerima sanksi berupa pengurangan poin sebelum kompetisi dimulai.

“Ternyata stadion yang sudah kita rasa cukup, untuk memenuhi standar kompetisi sesuai edaran FIFA dan AFC harus ditingkatkan. Kita berusaha memenuhi, tapi konsekuensinya kalau tidak terpenuhi bisa ada pemotongan nilai,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, pada tahapan evaluasi pertama PSGC berhasil mempertahankan posisi tanpa pengurangan poin. Namun, kondisi tersebut masih bisa berubah apabila sejumlah persyaratan yang diminta belum dapat dipenuhi hingga batas waktu yang ditentukan.

“Untuk tahap pertama kita sudah lolos dan tetap di posisi nol, sementara klub lain ada yang minus sampai empat poin. Tapi posisi nol ini bisa saja menjadi minus kalau persyaratan berikutnya tidak terpenuhi,” katanya.

- Advertisement -

Selain mempersiapkan infrastruktur stadion, PSGC juga mulai mematangkan komposisi tim. Manajemen memproyeksikan jajaran pelatih akan diisi oleh Hery Kiswanto, Eka Ramdani, Boy Jati, dan Zaenal Arif.

Sementara itu, sekitar 12 hingga 13 pemain lama PSGC akan dipanggil untuk mengikuti pemantauan dan seleksi ulang oleh tim pelatih. Beberapa nama yang direncanakan mengikuti seleksi di antaranya Sandi Elang, Ganjar, Denia, Aldimron, Rido, Hercules, Akmal, Halil, dan Ismir.

Adapun terkait pemain asing, Erwan menyebut nama Ezechiel N’Douassel dan Yohan Bonilla memang santer dikaitkan dengan PSGC Ciamis. Namun, hingga saat ini proses tersebut masih sebatas komunikasi dan belum ada keputusan resmi dari manajemen.(GaluhID/Tegar)

- Advertisement -
Berita Terbaru

Unik! Warga RT 23 Desa Cibadak Ciamis Gelar Pemilihan Ketua RT Layaknya Pemilu

Warga RT 23 Dusun Mekarsari, Desa Cibadak, menggelar pemilihan Ketua RT pada 31 Juli 2026 dengan konsep mirip Pemilu. Ucu Rahmat terpilih sebagai Ketua RT setelah meraih suara terbanyak. Konsep pemilihan ini bertujuan untuk memastikan keterbukaan dan transparansi, serta melibatkan partisipasi langsung warga. Biaya pemilihan berasal dari kas RT dan donatur.

Artikel Terkait