CIAMIS, galuh.id — Kehadiran Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Heri Rafni Kotari, di Desa Baregbeg, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, mendapat apresiasi dari Kepala Desa Baregbeg Umi Maesaroh.
Heri hadir dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan yang digelar di Desa Baregbeg pada 7 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga untuk menyampaikan berbagai kondisi, kebutuhan, dan aspirasi pembangunan.
Bagi Umi Maesaroh, kehadiran wakil rakyat secara langsung di tengah masyarakat memiliki arti penting. Selain menjalankan fungsi pengawasan, kegiatan tersebut membuka ruang komunikasi agar berbagai persoalan dan kebutuhan masyarakat dapat disampaikan secara langsung kepada pihak yang memiliki fungsi representasi di tingkat provinsi.
“Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Bapak Heri Rafni Kotari yang telah hadir langsung di Desa Baregbeg. Kehadiran beliau menjadi kesempatan yang sangat berarti bagi kami karena pemerintah desa dan masyarakat dapat menyampaikan kondisi, kebutuhan, serta harapan secara langsung kepada wakil rakyat,” ujar Umi.
Menurut Umi, setiap desa memiliki karakteristik, potensi, dan tantangan pembangunan yang berbeda. Karena itu, kunjungan langsung ke lapangan dinilai penting agar kebijakan pembangunan tidak hanya didasarkan pada data administratif, tetapi juga mempertimbangkan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat.
“Masyarakat adalah pihak yang paling dekat dengan persoalan di lingkungannya. Mereka mengetahui apa yang masih dibutuhkan, apa yang perlu diperbaiki, dan potensi apa yang dapat dikembangkan. Karena itu, kami sangat menghargai ketika ada wakil rakyat yang datang untuk mendengar secara langsung,” ungkapnya.
Umi juga mengapresiasi penekanan Heri Rafni Kotari terhadap pentingnya transparansi, akuntabilitas, integritas, profesionalisme, dan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Menurutnya, prinsip tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Desa Baregbeg untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.
Pemerintah desa, kata Umi, tidak hanya bertugas melaksanakan program pembangunan, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi yang sehat dengan masyarakat, membuka ruang terhadap kritik dan masukan, serta memastikan program yang dijalankan memberikan manfaat bagi warga.
“Kepercayaan masyarakat adalah sesuatu yang harus terus kita jaga. Pemerintah desa harus terbuka, mau mendengar, dan memberikan ruang kepada masyarakat untuk ikut terlibat. Karena desa ini bukan hanya milik pemerintah desa, tetapi rumah kita bersama,” tuturnya.
Dalam pembangunan Desa Baregbeg, Umi mengatakan pemerintah desa akan terus berupaya menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan pemberdayaan masyarakat.
Pembangunan infrastruktur tetap menjadi perhatian, namun peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi warga, pemberdayaan generasi muda, pengembangan potensi lokal, serta peningkatan pelayanan publik juga dinilai penting.
Umi menyadari bahwa tidak seluruh kebutuhan masyarakat dapat diselesaikan melalui kewenangan pemerintah desa. Sejumlah persoalan membutuhkan dukungan dan koordinasi dengan pemerintah di tingkat kecamatan, kabupaten, maupun provinsi.
“Pemerintah desa tentu memiliki keterbatasan. Ada kebutuhan masyarakat yang menjadi kewenangan desa, tetapi ada pula yang membutuhkan dukungan pemerintah kabupaten maupun provinsi. Di sinilah komunikasi dengan wakil rakyat menjadi sangat penting agar aspirasi masyarakat memiliki jalan untuk sampai kepada pihak yang memiliki kewenangan,” jelasnya.
Karena itu, Umi berharap berbagai aspirasi yang muncul dalam kegiatan tersebut dapat menjadi bahan perhatian Heri Rafni Kotari untuk selanjutnya dikawal dan diperjuangkan sesuai dengan fungsi serta kewenangan DPRD Provinsi Jawa Barat.
Ia memahami bahwa tidak semua aspirasi dapat direalisasikan dalam waktu bersamaan. Namun, menurutnya, kesediaan wakil rakyat untuk hadir dan mendengar secara langsung sudah menjadi langkah awal yang penting.
“Kami tidak berharap semuanya dapat selesai dalam satu waktu. Yang terpenting, aspirasi masyarakat didengar, dipahami, kemudian bersama-sama kita cari jalan sesuai kewenangan masing-masing. Kami berharap Bapak Heri Rafni Kotari dapat terus menjadi jembatan bagi suara masyarakat Baregbeg,” katanya.
Umi juga berharap komunikasi yang telah terbangun tidak berhenti setelah kegiatan pengawasan selesai. Silaturahmi antara pemerintah desa, masyarakat, dan wakil rakyat dinilai perlu terus dijaga agar perkembangan maupun persoalan yang muncul di Desa Baregbeg dapat dikomunikasikan secara berkelanjutan.
Menurutnya, pembangunan akan semakin kuat ketika pemerintah dan masyarakat tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan memiliki tanggung jawab bersama terhadap kemajuan desa.
Ia pun kembali menyampaikan apresiasi atas kehadiran Heri Rafni Kotari dan berharap komunikasi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami berterima kasih karena Bapak Heri Rafni Kotari berkenan hadir dan mendengar langsung masyarakat Baregbeg. Harapan kami, silaturahmi ini terus terjaga dan apa yang menjadi suara masyarakat dapat bersama-sama kita kawal. Karena pada akhirnya, yang kita perjuangkan adalah bagaimana masyarakat bisa merasakan pembangunan dan memiliki kehidupan yang semakin baik,” pungkas Umi.
Bagi Umi Maesaroh, kehadiran wakil rakyat di Baregbeg membawa pesan penting bahwa pembangunan membutuhkan komunikasi dua arah.
Ketika masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi dan wakil rakyat hadir untuk mendengar, kebutuhan desa memiliki peluang lebih besar untuk diperjuangkan melalui jalur kebijakan sesuai kewenangan.
