Sumur Ajaib di Ciamis Tak Pernah Kering Meski Kemarau, Jadi Andalan Warga

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

CIAMIS, galuh.id – Di tengah musim kemarau yang mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Ciamis, sebuah sumur tua di halaman Masjid Miftahul Falah, Dusun Cibeureum RT 30 RW 07, Desa Cibadak, Kecamatan Banjarsari, justru menjadi penyelamat bagi puluhan keluarga.

Meski telah digunakan selama puluhan tahun dan setiap hari menyuplai air bersih ke puluhan rumah, sumur tersebut tidak pernah mengalami kekeringan.

Pantauan di lokasi, puluhan mesin pompa beserta selang terlihat terpasang di sekitar sumur. Air dipompa langsung menuju rumah-rumah warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci, hingga memasak.

Ketua RT setempat, Solihin, mengatakan hampir seluruh warga di lingkungannya mengandalkan sumur milik DKM Masjid Miftahul Falah tersebut.

- Advertisement -

Bahkan, dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di kawasan itu juga memanfaatkan air dari sumur yang sama.

“Di lingkungan ini lebih dari satu RT kebutuhan airnya mengambil dari sini menggunakan mesin sedot. Bahkan dapur MBG juga memakai air dari sumur ini, hanya mesin sedotnya lebih besar,” kata Solihin, Jumat (10/7/2026).

Menurutnya, warga tidak dikenakan biaya untuk mengambil air dari sumur tersebut. Khusus dapur MBG, pengelola memberikan kontribusi sebesar Rp500 ribu setiap bulan yang digunakan untuk kebutuhan masjid sekaligus perawatan sumur.

“Kalau warga tidak dipungut biaya. Untuk dapur MBG memberi iuran Rp500 ribu per bulan, itu dipakai untuk kebutuhan masjid dan perawatan sumur,” ujarnya.

- Advertisement -

Solihin menjelaskan, sumur tersebut dibangun sekitar tahun 1980 dengan kedalaman sekitar delapan meter dan diameter satu meter. Saat pertama dibuat, debit airnya masih kecil dan kualitas airnya belum baik.

Setelah dilakukan perbaikan, air yang keluar menjadi jauh lebih melimpah, jernih, dan layak dikonsumsi. Agar kualitas air tetap terjaga, sumur rutin dibersihkan. Menariknya, pekerjaan membersihkan dasar sumur dilakukan sendiri oleh Solihin.

“Saya sendiri yang membersihkan. Yang lain pada takut turun. Di dasar sumur ada sumber air yang lubangnya besar. Kalau terinjak, terdengar suara seperti sapi disembelih,” tuturnya.

Di balik manfaat besarnya bagi masyarakat saat kemarau, sumur tersebut juga menyimpan cerita yang telah lama berkembang di kalangan warga. Sebagian masyarakat meyakini sumur itu memiliki penunggu gaib yang mereka sebut “Pa Haji”.

Namun, hal itu merupakan kepercayaan yang hidup di masyarakat dan belum dapat dibuktikan secara ilmiah.

“Katanya memang ada penunggunya, namanya Pa Haji. Tapi itu hanya cerita yang berkembang di masyarakat,” pungkas Solihin. (GaluhID/Uus)

Editor: Evi

- Advertisement -
Berita Terbaru

Disnakkan Ciamis Gelar Vaksinasi Rabies Gratis di Pamarican dan Rajadesa

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis menyelenggarakan vaksinasi rabies gratis untuk hewan peliharaan di Kecamatan Pamarican dan Rajadesa. Kegiatan ini bertujuan mencegah penularan rabies, mendapatkan respon positif dari masyarakat, dan dilengkapi dengan edukasi tentang perawatan hewan. Disnakkan berharap partisipasi masyarakat meningkat untuk memperluas cakupan vaksinasi.

Artikel Terkait