oleh

Tanggapi Ridwan Saidi, Balad Galuh: Kami Bangga Menyandang Nama Galuh

Hubungi
 
 

Berita Ciamis, galuh.id – Pernyataan Ridwan Saidi, budayawan Betawi, yang menyebut Galuh artinya brutal mengundang berbagai reaksi. Termasuk salah satunya suporter pendukung klub sepakbola PSGC Ciamis, Balad Galuh.

Mereka angkat bicara perihal pernyataan Pria yang akrab dipanggil Babe itu. Balad Galuh mempertanyakan dasar pernyataan dari Saidi.

Loading...

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Balad Galuh Triana Megandara dalam rilis Media Balad Galuh, Rabu (12/02/2020).

Menurutnya, anak muda Ciamis bangga menyandang nama Galuh. Karena itu hal yang wajar jika pihaknya sebagai warga Tatar Galuh emosi saat Galuh disebut brutal.

“Pernyataan Ridwan Saidi menyakitkan dan permintaan maaf saja tidak akan cukup,” katanya.

Dia menjelaskan, nama Galuh yang identik dengan Kabupaten Ciamis tidak serta merta ada begitu saja. Tapi berdasarkan sejarah yang sudah diteliti oleh berbagai pihak. Ini menunjukkan bahwa nama Galuh itu bagi warga Ciamis sarat dengan makna yang mendalam.

Begitupun jika prasasti dianggap palsu maka Saidi diangga sudah menyepelekan sejarawan dan ilmu pengetahuan.

“Tim yang kami dukung PSGC (Persatuan Sepakbola Galuh Ciamis) menyandang nama Galuh. Kami bangga dengan nama itu,” ujarnya.

Triana mengungkapkan, Saidi buta sejarah karena mengatakan tidak ada kerajaan di Ciamis. Padahal bukti-buktinya sudah ada dan bisa dilihat jejak-jejaknya.

“Saidi harus datang ke Ciamis dan melihat sendiri peninggalan kerajaan Galuh di Ciamis,” lanjutnya.

Ketua Balad Galuh, Pernyataan Ridwan Saidi Memancing Emosi

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Balad Galuh, Eko Supriyanto, menurutnya pernyataan Saidi sangat memancing emosi masyarakat Ciamis.

Karena menganggap prasasti dan peninggalan sejarah Kerajaan Galuh yang ada di Ciamis itu palsu.

“Buktinya kami masih memegang teguh kepercayaan tentang adanya makam-makam Raja Galuh yang notabenenya kami selalu melaksanakan upacara adat, seperti nyekar dan haul,” terangnya.

Dia menambahkan, memang patilasan kerajaan Galuh yang baru ditemukan masih sedikit, tidak seperti kerajaan Hindu lain yang ada di Nusantara. Karena, Galuh dari masa ke masa berpindah-pindah.

“Kerajaan Galuh itu tidak menetap, jadi susah untuk mencari peninggalan sejarahnya. Makanya yang baru ditemukan saat ini belum banyak, tidak seperti kerajaan yang lain yang telah banyak ditemukan patilasannya,” jelasnya.

Dia menegaskan sikapnya yang tidak menerima perkataan Saidi, menurutnya pernyataan tersebut kalau bisa buktikan dan dipertanggung jawabkan kepada masyarakat Ciamis. (GaluhID/Maulana)

loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA