Jabar, galuh.id – Pelaksanaan Reses II Tahun Sidang 2024-2025 oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Heri Rafni Kotari, mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Panawangan, Eman, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini, karena membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan mereka secara langsung.
Menurut Bapak Eman, kegiatan reses ini sangat penting dalam membangun komunikasi yang lebih erat antara masyarakat dan wakil rakyat.
Ia menilai bahwa kesempatan bertatap muka dengan anggota dewan memungkinkan masyarakat untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi tanpa perlu melalui perantara.
“Saya sangat mengapresiasi reses ini. Masyarakat dapat langsung berbicara dengan wakilnya di DPRD, menyampaikan keluhan dan harapan mereka. Ini membuat kami merasa lebih diperhatikan dan didengar,” ujar Eman.
Dalam kesempatan tersebut, Eman menyoroti kondisi infrastruktur jalan di Panawangan, yang menurutnya masih jauh dari memadai.
Ia mengungkapkan bahwa banyak jalan penghubung antar desa yang rusak parah, sehingga menghambat aktivitas warga, baik dalam hal mobilitas maupun transportasi barang.
“Banyak jalan di desa kami dalam kondisi sangat memprihatinkan. Ini mengganggu kegiatan ekonomi dan keseharian masyarakat. Kami berharap pemerintah provinsi segera mengambil tindakan untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak,” tegasnya.
Permasalahan jalan yang tidak layak ini, menurutnya, tidak hanya berdampak pada aksesibilitas warga, tetapi juga berpengaruh terhadap perekonomian daerah.
Jalan yang rusak menyulitkan distribusi hasil pertanian dan memperlambat kegiatan usaha masyarakat.
Oleh karena itu, ia berharap aspirasi ini bisa menjadi prioritas dalam kebijakan pembangunan daerah.
Selain infrastruktur, Eman juga mengangkat isu pelayanan kesehatan bagi warga kurang mampu.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan layanan kesehatan yang memadai, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.
“Kami berharap ada program layanan kesehatan gratis atau setidaknya subsidi bagi warga miskin. Banyak dari kami yang kesulitan mendapatkan akses kesehatan karena keterbatasan biaya. Jika ada perhatian lebih di bidang ini, tentu akan sangat membantu masyarakat,” ungkapnya.
Masalah ini menjadi perhatian serius karena kesehatan adalah kebutuhan dasar yang seharusnya bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat tanpa terkendala faktor ekonomi.
Ia berharap pemerintah dapat meningkatkan fasilitas kesehatan dan memberikan program bantuan bagi masyarakat kecil agar mereka bisa mendapatkan layanan yang layak.
Di akhir pernyataannya, Eman berharap agar semua aspirasi yang telah disampaikan dalam reses ini dapat segera ditindaklanjuti oleh Heri Rafni Kotari bersama pihak-pihak terkait.
Menurutnya, kegiatan reses tidak hanya sekadar ajang diskusi, tetapi harus menghasilkan perubahan nyata yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
“Kami sangat berharap suara kami tidak hanya didengar, tetapi juga diperjuangkan. Infrastruktur dan kesehatan adalah kebutuhan mendasar yang harus segera dibenahi. Kami ingin melihat ada langkah konkret untuk memperbaiki keadaan,” pungkasnya.
