Selasa, 28 Juni 2022
Selasa, 28 Juni 2022
More

    Tokoh Banjarsari Ciamis: Ridwan Saidi Tak Pantas Menyandang Predikat Budayawan

    Berita Banjarsari, galuh.id – Pernyataan Ridwan Saidi yang menyebut Galuh artinya brutal, membuat seluruh masyarakat Ciamis geram. Salah satunya tokoh Banjarsari sekaligus ketua Paguyuban Kawasen Purbbapala (PKP), Asep Davi.

    Asep Davi yang juga sesepuh Banjarsari Ciamis menyebut, Ridwan Saidi atau Babe Saidi tak pantas menyandang predikat sebagai budayawan.

    Iklan

    “Sejak kapan nama Ridwan Saidi jadi Budayawan? Budayawan itu adalah seseorang yang memiliki pengetahuan budaya dan berkecimpung dalam bidang kebudayaan,” terang Asep kepada Galuh ID, Kamis (13/2/2020).

    Biasanya ucap Asep,  yang menyandang predikat Budayawan adalah ahli filsafat atau filsuf, ahli agama dan sastrawan.

    Iklan

    Di Indonesia sendiri yang menyandang predikat budayawan antara lain KH. Abdurrahman Wahid, Frans Magnis Suseno, Emha Ainun Nadjib, KH. A.Mustopa Bisri, Abdul Hadi WM, Nurchololis Madjid, W.S. Rendra, Sutardji Calzoum Bachri, Umar Kayam, Nugroho Notosusanto dan lain-lain.

    “Menurut saya sejara adalah tentang perjalanan sebuah peristiwa, bukan pendapat dari seseorang. Karena sejarah tidak akan lepas dari bukti-bukti  peninggalan yang ada,” paparnya.

    Iklan

    Lanjutnya, alangkah baiknya untuk membedakan antara sejarah, legenda dan mitos. Karena itu menurut dia Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk segera melakukan kajian atau penelitian dari berbagai disiplin ilmu, baik dari ahli Filologi, Paleografi, Arkeologi, Kronologi, Sejarawan, Budayawan dan para Kabuyutan.

    “Untuk mencari kebenaran Kerajaan Galuh tentu harus dengan bukti-bukti empirik tentang sejarah Galuh,” ujarnya.

    “Buatkan suatu ketetapan dengan sebenar benarnya tentang Galuh, agar tidak ada lagi Saidi Saidi di kemudian hari,” tambahnya.

    “Ini penting, karena ke depan jangan sampai ada yang berasumsi atau berpendapat berdasarkan nalarnya,” ucapnya.

    Dia menambahkan sejarah adalah sejarah, siapapun itu jangan campur adukan dengan hal-hal lain.

    “Kenapa hal ini harus dilakukan? Karena  sudah masuk ke dalam marwah dan martabat warga Ciamis. Galuh bukan lah  Kerajaan Agung Sejagat bukan pula Sunda Empire,” pungkas Asep tokoh Banjarsari. (GaluhID/Uus)

    Iklan
    Loading...

    ARTIKEL TERKAIT

    Iklan

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    spot_img

    Temukan Kami

    47,551FansSuka
    368PengikutMengikuti
    5,000PelangganBerlangganan