Tokoh Masyarakat Bangbayang Ciamis Sebut Perda Kesehatan Perlu Dikawal Bersama

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Ciamis, galuh.id – Tokoh masyarakat Desa Bangbayang Ciamis, Agus, menyampaikan apresiasi sekaligus pandangan kritis konstruktif atas kegiatan Penyebarluasan Perda tentang Penyelenggaraan Kesehatan.

Kegiatan penyebarluasan perda tersebut digelar oleh Anggota DPRD Jabar Heri Rafni Kotari pada Sabtu, 3 Mei 2025 di Balai Desa Bangbayang, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis.

Dalam keterangannya, Agus mengaku sangat mengapresiasi langkah legislator yang hadir langsung ke tengah masyarakat untuk memberikan pemahaman mengenai kebijakan daerah.

Menurutnya, Perda ini sangat relevan dan penting untuk meningkatkan kesadaran serta kualitas hidup masyarakat desa dalam bidang kesehatan.

- Advertisement -

“Kami apresiasi karena Pak Heri hadir langsung dan mendengarkan kondisi kesehatan di lapangan. Ini bukan hanya soal sosialisasi, tapi soal membangun komunikasi antara wakil rakyat dan warga,” kata Agus.

Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan dan pendampingan dalam implementasi perda, agar tidak berhenti pada tataran wacana atau dokumen kebijakan semata.

“Perda ini bagus, tapi jangan hanya dibacakan dan sebarluaskan. Kami harap ada langkah konkret dari pemda dan dinas terkait agar pelayanannya terasa betul oleh masyarakat. Terutama yang tinggal di dusun-dusun terpencil,” ujarnya.

Agus juga menggarisbawahi bahwa aspek edukasi kesehatan dan pelayanan primer seperti Posyandu, imunisasi, serta penguatan peran kader kesehatan desa harus menjadi fokus bersama dalam pelaksanaan Perda ini.

- Advertisement -

Agus menyampaikan bahwa masyarakat juga memiliki tanggung jawab besar dalam menyukseskan kebijakan kesehatan.

Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat, serta kebiasaan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia, harus terus tingkatkan melalui pendekatan sosial dan budaya.

“Kami siap membantu, baik dalam bentuk penyuluhan, kegiatan gotong royong maupun advokasi kepada warga. Tapi tentu, kami juga butuh pendampingan yang nyata dari pemerintah,” tegasnya.

Agus menyampaikan harapan agar kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin di desa, agar masyarakat terus mendapatkan informasi dan ruang dialog dengan para pengambil kebijakan.

“Jangan hanya sekali datang. Datanglah berkala, dengar suara rakyat desa. Karena dari sinilah fondasi pembangunan itu mulai,” pungkasnya. (GaluhID/Evi)

- Advertisement -
Berita Terbaru

Aksi Mahasiswa Ciamis Tuntut Evaluasi Program MBG, Ada Apa dengan Kebijakan Baru Pemerintah?

Ratusan mahasiswa dan masyarakat Ciamis menggelar unjuk rasa besar-besaran menuntut evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di depan DPRD Ciamis. Mereka menyoroti isu transparansi anggaran, efektifitas koperasi, dan distribusi BBM yang tidak tepat sasaran. Aksi ini bertujuan mengatasi ketimpangan ekonomi dan menolak represi terhadap aktivis.

Artikel Terkait