Tragedi Berdarah di Banjaranyar Ciamis, Dua Warga dan Dua Polisi Dibacok, Terduga Pelaku Tewas

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

CIAMIS, galuh.id – Peristiwa berdarah menggemparkan warga Dusun Pagadungan RT 04 RW 07, Desa Cigayam, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026) malam.

Seorang pria berusia sekitar 60 tahun bernama Ayat, yang menurut keterangan warga diduga mengalami gangguan jiwa, menyerang sejumlah orang menggunakan senjata tajam berupa kapak dan golok. Akibatnya, dua warga dan dua anggota kepolisian menjadi korban dalam insiden tersebut.

Dua warga yang menjadi korban yakni Iwan dan Toyo. Sementara dua anggota Polsek Banjarsari yang turut menjadi korban adalah Aipda Nana dan Aipda Edi Susanto.

Warga setempat, Tatan, mengatakan Ayat dikenal kerap marah-marah kepada tetangga ketika kondisinya kambuh. Bahkan, menurutnya, terduga pelaku pernah membawa golok dan menyerang ke rumah warga.

- Advertisement -

“Kalau kambuh, Ayat suka marah-marah sama tetangga sambil membawa golok. Saya juga pernah diserang ke rumah. Perilakunya membuat warga resah. Kejadian malam tadi akhirnya berujung tragedi berdarah,” ujar Tatan kepada wartawan, Rabu (21/10/2026).

Menurut Tatan, suasana di lokasi kejadian sempat mencekam. Warga berdatangan untuk membantu petugas kepolisian mengamankan terduga pelaku, tetapi situasi sulit dikendalikan karena pria tersebut terus melakukan penyerangan.

Warga lainnya, Suryadi, menuturkan peristiwa itu bermula sekitar pukul 18.30 WIB ketika Ayat diduga menyerang Iwan menggunakan kapak hingga mengenai bagian punggung.

Setelah kejadian tersebut, Ayat naik dan bersembunyi di atap rumah. Ia kemudian membuang kapak, tetapi masih membawa golok.

- Advertisement -

Warga yang mengetahui adanya penyerangan berdatangan ke lokasi dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Banjarsari.

Petugas kepolisian yang tiba di tempat kejadian perkara (TKP) berupaya membujuk Ayat agar turun dari atap rumah dan meletakkan senjata tajam yang dibawanya. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

“Pelaku tetap diam dan malah mengamuk sambil mengacungkan golok. Kemudian polisi meminta bantuan Damkar Banjarsari untuk menyemprotkan air ke arah pelaku,” kata Suryadi.

Setelah disemprot air, Ayat akhirnya turun dari atap. Namun, situasi kembali memanas karena ia justru menyerang orang-orang di sekitarnya secara membabi buta.

Dalam aksi tersebut, Toyo terkena sabetan golok pada bagian wajah, tepatnya di sekitar hidung. Ayat kemudian menyerang dua anggota kepolisian, Aipda Edi Susanto dan Aipda Nana.

“Jadi, ada empat orang yang menjadi korban dalam kejadian itu,” ucap Suryadi.

Keempat korban selanjutnya dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Sementara itu, terduga pelaku akhirnya berhasil dilumpuhkan warga.

Menurut keterangan Suryadi, Ayat juga sempat dibawa ke rumah sakit, tetapi kemudian dinyatakan meninggal dunia. Dugaannya habis di massa saat insiden berlangsung. Jenazah Ayat telah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setelah menjalani pemeriksaan oleh tim Inafis Polres Ciamis.

Adapun keempat korban, yakni dua warga dan dua anggota kepolisian, masih menjalani penanganan medis di Rumah Sakit PMC Banjar.

- Advertisement -
Berita Terbaru

Pepatah Manis, Disnakkan Ciamis Hadirkan Berbagai Pelayanan

CIAMIS, galuh.id – Pemerintah Kabupaten Ciamis terus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat melalui kegiatan Pepatah Manis yang berlangsung di Desa...

Artikel Terkait