Banjar, galuh.id – Sebuah tragedi memilukan gegara petasan menimpa bocah asal Dusun Sindangmulya, Desa Kujangsari, Kota Banjar.
Rizki Ramdani (10), harus kehilangan dua jarinya setelah bermain petasan yang ia temukan usai salat Idul Fitri 1446 H.
Meski sudah diperingatkan oleh orang tuanya, rasa penasaran membawa bocah itu memasukkan paku ke dalam petasan.
Aksi itu pun berujung pada ledakan yang merubah hidup Rizki selamanya.
Tragedi petasan ini menyita perhatian Wakil Walikota Banjar, Supriana, yang langsung turun tangan dan mengunjungi korban pada Rabu (16/4/2025).
Dalam kunjungannya, ia mengungkapkan rasa prihatin yang mendalam atas kejadian yang menimpa Rizki.
“Saya harap kita semua dapat mengambil hikmah dari peristiwa ini. Awasi anak-anak agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujar Supriana.
Tak hanya itu, ia juga menegaskan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap peredaran dan permainan petasan, mengingat sudah banyak insiden serupa sebelumnya.
“Inilah mengapa petasan dilarang, karena memang berbahaya,” tegasnya.
Dalam upaya membantu Rizki dan keluarganya, Wakil Walikota menggandeng Baznas Kota Banjar untuk memberikan santunan serta bantuan selama proses penyembuhan.
“Kami menyerahkan santunan kepada korban, serta akan membantu biaya pengobatan melalui program Nyah Ka Warga,” ungkapnya.
Supriana juga menyoroti pentingnya program sosial untuk memastikan anak-anak Kota Banjar tetap mendapatkan pendidikan dan perlindungan maksimal.
“Kita akan terus berupaya melindungi masyarakat Kota Banjar melalui program Berdaya. Baik itu Berdaya Bantu, Berdaya Didik, maupun program lain yang menjamin anak-anak tetap bersekolah,” pungkasnya. (GaluhID/Teja)
Editor: Evi
