Banjar, galuh.id – Kapolres Banjar AKBP Tyas Puji Rahadi didampingi ketua Bhayangkari Cabang Banjar mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Taman Kota Lapang Bhakti, Senin (02/05/2025).
Bertindak selaku Inspektur Upacara yakni Walikota Banjar Sudarsono, dengan Komandan Upacara Lettu Inf Marifin Arizal (W.s Danki Senapan C Yonif 323/BP). Kemudian selaku Perwira Upacara, Lettu Cpm (K) Tri Mulyaningsih, S.Tr (Han).
Pembacaan teks Pancasila oleh Plt Ketua DPRD Kota Banjar, Ating, serta naskah pembukaan UUD 1945, Kapolres Banjar AKBP. Tyas Puji Rahadi.
Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila juga dihadiri oleh Wakil Walikota Banjar, pimpinan dan anggota DPRD Kota Banjar, Forkopimda, para kepala OPD, serta tokoh masyarakat.
Dalam amanatnya, Walikota Banjar Sudarsono menegaskan bahwa Peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan sebuah momen penting.
Momen untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan terhadap nilai-nilai luhur yang telah menjadi fondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sudarsono menuturkan bahwa Pancasila bukan sekadar teks dalam Pembukaan UUD 1945. Melainkan roh kebangsaan yang mempersatukan lebih dari 270 juta jiwa bangsa Indonesia.
“Dalam Pancasila, kita diajarkan bahwa keberagaman bukanlah sumber perpecahan. Tetapi fondasi kekuatan untuk bersatu,” ujarnya.
“Dari ketuhanan hingga keadilan sosial, Pancasila adalah panduan dalam membangun indonesia yang adil, makmur, dan bermartabat,” tegas Sudarsono.
Lebih jauh, ia menuturkan bahwa sejarah mengajarkan kebangkitan. Kemajuan tidak pernah hadir begitu saja. Namun lahir dari kesadaran, perjuangan, dan keberanian untuk melangkah dalam perubahan.
Seperti halnya 117 tahun yang lalu ketika semangat Budi Utomo membakar Kebangkitan Nasional.
“Hari ini kita pun menghadapi tantangan baru yaitu disrupsi teknologi, krisis pangan, polarisasi global dan ancaman terhadap kedaulatan digital kita,” ucap Sudarsono.
“Dalam menghadapi era globalisasi dan digitalisasi, kita harus menanamkan Pancasila dalam semua sendi kehidupan. Baik di ruang pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga media sosial. Nilai-nilai pancasila harus menjadi kompas moral,” pungkasnya. (GaluhID/Teja)
Editor: Evi
