Validasi Data Jadi Kunci, Kadisdik Ciamis Perkuat Langkah Penanganan ATS

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Ciamis, galuh.id – Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis terus mengintensifkan upaya penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) dengan kunci atau fokus utama pada penguatan data.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Ciamis, Erwan Darmawan, menyampaikan bahwa tahun ini merupakan tahun penguatan fondasi data untuk memastikan penanganan ATS berjalan akurat dan tepat sasaran.

Hal itu Erwan sampaikan usai kegiatan penanganan ATS di Aula Desa Imbanagara Raya, Senin (14/4/2025)

“Sering kali kita kesulitan memastikan siapa sebenarnya anak-anak yang masuk kategori tidak sekolah. Ada yang ternyata sudah kuliah tapi masih tercatat di SD. Ada juga yang pindah domisili atau bahkan meninggal dunia. Inilah pentingnya penguatan data,” ujarnya.

- Advertisement -

Ia menjelaskan bahwa data 13.000 anak tidak sekolah di Ciamis bersumber dari berbagai pihak, termasuk dari Ustad, data pusdatin, hingga temuan langsung di lapangan.

Namun angka tersebut belum final karena harus divalidasi lintas instansi, seperti Dinas Dukcapil dan operator desa-kecamatan.

“Dari jumlah tersebut, sekitar 5.000 anak sudah kembali mengakses pendidikan melalui PKBM. Jadi jangan melihat angka besarnya saja. Kita sedang benahi data agar valid dan tidak menimbulkan kesimpulan keliru,” ujarnya.

Sekolah Rakyat Jadi Kunci Penanganan ATS

Lebih lanjut, Erwan menyampaikan bahwa tahun ini, selain aksi penanganan langsung, pihaknya akan rutin memantau dan memperbarui laporan.

- Advertisement -

Tujuannya adalah memastikan bahwa anak-anak lulusan SD melanjutkan ke SMP, dan lulusan SMP tidak terhenti begitu saja.

“Kalau tidak kita tangani sekarang, beban generasi mendatang akan berat. Usia 12-18 tahun ini krusial. Kalau mereka tidak sekolah, enam tahun ke depan akan berdampak ke data RLS (Rata-rata Lama Sekolah) kita,” tegasnya.

Sementara itu, Dinas Pendidikan juga tengah menyiapkan program Sekolah Rakyat, yang ditargetkan mulai berjalan tahun 2026.

Program ini akan memanfaatkan fasilitas masyarakat yang ada, dengan minimal lima titik yang siap digunakan untuk proses belajar sebagai kunci penanganan ATS.

Sekolah Rakyat ini menurut Erwan, adalah bentuk pendekatan alternatif untuk menjangkau anak-anak yang sulit kembali ke sekolah formal.

“Saat data sudah valid, kita bisa menyuplai anak-anak ini ke sekolah-sekolah yang kita canangkan,” jelasnya.

Terakhir, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah desa dan media, untuk terus mendukung gerakan pendidikan ini.

“Desa yang paling tahu kondisi warganya. Kami butuh dukungan semua pihak agar tidak ada anak Ciamis yang tertinggal pendidikan,” pungkasnya. (GaluhID/Tegar)

Editor: Evi

- Advertisement -
- Advertisement -
Berita Terbaru

Heri Rafni Kotari Ikuti Tarawih Keliling Bersama Bupati Ciamis di Pamokolan

Ciamis, galuh.id - Anggota DPRD Jabar dari Partai NasDem, Heri Rafni Kotari, mengikuti kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) bersama Bupati...

Artikel Terkait