Banjar, galuh.id – Pemerintah Kota Banjar, melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), resmi menyalurkan bantuan modal usaha kepada ribuan pelaku UMKM sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi daerah.
Bantuan tunai sebesar Rp1 juta diberikan kepada hampir 1.600 UMKM yang telah terverifikasi sebagai penerima manfaat.
Wali Kota Banjar, Sudarsono, menekankan,program ini bukan sekadar bentuk bantuan sosial, melainkan stimulus ekonomi yang bertujuan menghidupkan kembali sektor UMKM yang terdampak krisis.
Ia berharap dana yang disalurkan dapat digunakan secara optimal untuk mengembangkan usaha para penerima.
“Seperti pembelian bahan baku, perbaikan alat produksi, atau ekspansi pemasaran. Jangan sampai dana ini dialihkan untuk kebutuhan konsumtif yang tidak berdampak pada keberlanjutan usaha,” ujar Sudarsono, Rabu (12/3/2025).
Agar bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang berhak, pemerintah menerapkan mekanisme seleksi berlapis.
Proses ini dimulai dari pengajuan di tingkat RT, kemudian diverifikasi oleh pemerintah desa, dan akhirnya divalidasi oleh Baznas sebelum pencairan dana dilakukan.
Wali Kota Banjar juga memastikan, penerima bantuan telah melalui proses seleksi yang ketat.
“RT sebagai pihak yang paling dekat dengan masyarakat memahami kondisi ekonomi warganya, sementara desa dan Baznas bertugas untuk memastikan keakuratan data sebelum dana disalurkan,” jelas Sudarsono.
Ia juga menegaskan bahwa program ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Dengan bangkitnya UMKM, diharapkan terjadi peningkatan pendapatan masyarakat sekaligus penyerapan tenaga kerja baru yang dapat mengurangi angka pengangguran di Kota Banjar.
“UMKM adalah tulang punggung perekonomian kita. Jika mereka berkembang, maka akan berdampak luas,” tambahnya.
Mulai dari meningkatnya daya beli masyarakat hingga terbukanya lapangan kerja baru.
“Ini adalah langkah konkret untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah,” tambahnya.
Ketua Baznas Kota Banjar, Abdul Kohar, menegaskan, pihaknya hanya bertanggung jawab dalam proses penyaluran dana, sementara pengumpulan data penerima dilakukan sepenuhnya oleh pemerintah desa.
Dari hasil verifikasi, sebanyak 1.525 UMKM telah dinyatakan layak menerima bantuan.
Abdul Kohar menegaskan, Baznas tidak melakukan seleksi data penerima, melainkan menerima data yang sudah diverifikasi oleh pemerintah desa.
“Proses penyaluran dilakukan secara transparan agar bantuan ini benar-benar sampai ke tangan yang berhak,” terang Abdul Kohar.
Dengan total anggaran sebesar Rp1,6 miliar, program ini diharapkan dapat menjadi katalisator pemulihan ekonomi di Kota Banjar.
Pemerintah optimistis bahwa bantuan ini akan membawa dampak positif bagi pelaku UMKM dan perekonomian daerah secara keseluruhan. (GaluhID/Diana)
