Banjar, galuh.id – Walikota Banjar, Sudarsono, turun langsung ke area persawahan di Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman, untuk merayakan panen raya padi.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan dukungan penuh kepada para petani yang berkontribusi besar dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Momen ini merupakan bagian dari Panen Raya Padi serentak di 14 provinsi se-Indonesia, yang dipimpin langsung oleh Presiden RI dari Desa Randegan Wetan, Kabupaten Majalengka.
Melalui dialog virtual, Presiden RI Prabowo Subianto berbicara dengan para petani di berbagai daerah yang juga tengah merayakan panen raya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Banjar melaporkan hasil panen yang cukup membanggakan.
Dengan luas lahan baku padi sebesar 3.300 hektar, target produksi padi sebesar 1.200 ton telah tercapai hingga 87%.
Hasilnya, rata-rata panen mencapai 7 ton Gabah Kering Giling (GKG) per hektar, melampaui rata-rata Provinsi Jawa Barat.
“Harga beli dari Bulog saat ini adalah Rp 6.500 per kilogram gabah kering panen GKP, angka yang diharapkan dapat memberikan keuntungan lebih bagi petani,” ungkapnya.
Panen Raya Padi Simbol Kolaborasi Pemerintah dan Petani
Dalam sambutannya, Walikota Banjar Sudarsono menyampaikan apresiasi kepada para petani atas dedikasi mereka dalam mencapai swasembada pangan.
Harapan, penetapan harga GKP sebesar Rp 6.500 per kilogram menjadi insentif tambahan yang mendorong petani untuk terus meningkatkan produksi.
“Harapan, penetapan harga yang lebih tinggi ini memberikan perlindungan lebih bagi petani, sehingga mereka tetap semangat berproduksi untuk mendukung swasembada pangan,” ujarnya.
Sudarsono juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Banjar untuk terus mendukung sektor pertanian.
Upaya ini meliputi peningkatan pendistribusian benih padi unggul dan pemberian bantuan alat pertanian kepada petani.
“Kita ingin Banjar Berdaya Pangan benar-benar terwujud. Semoga panen raya ini menjadi tonggak sejarah awal peningkatan pangan di Kota Banjar,” tegasnya.
Panen Raya Padi ini menjadi simbol nyata kolaborasi antara pemerintah dan petani dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan.
Dengan hasil panen yang memuaskan dan dukungan kebijakan yang pro petani, masyarakat Kota Banjar berharap agenda swasembada pangan terus berkembang ke arah yang lebih baik. (GaluhID/Diana)
Editor: Evi
