Tasikmalaya, galuh.id – Warga Desa Simpang, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, dikejutkan oleh penemuan sesosok jasad laki-laki yang tergantung di pohon manggis setinggi 10 meter, Kamis pagi (13/03/2025).
Korban diketahui berinisial YAS (21), seorang warga Kampung Cisuren, Desa Simpang.
Kapolsek Bantarkalong, AKP Mugiono, mengungkapkan bahwa jasad korban pertama kali ditemukan oleh neneknya, Entin, sekitar pukul 05.30 WIB.
Saat itu, Entin yang keluar rumah dikejutkan oleh pemandangan cucunya yang sudah tergantung di pohon manggis yang berada di depan rumah mereka.
Sontak, Entin berteriak histeris hingga menarik perhatian warga sekitar. Para tetangga yang berdatangan segera menghubungi pihak kepolisian untuk melaporkan kejadian tersebut.
Sebelumnya, sekitar pukul 03.00 WIB, orang tua korban sempat memanggilnya untuk makan sahur. Namun, panggilan itu tak mendapat respons dari YAS.
Keluarga pun akhirnya melanjutkan makan sahur tanpa kehadiran korban, tanpa menyangka sesuatu yang buruk telah terjadi.
Tim kepolisian yang datang ke lokasi segera melakukan pemeriksaan awal. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), beberapa fakta penting ditemukan, antara lain:
- Pohon manggis yang digunakan korban untuk gantung diri memiliki tinggi sekitar 10 meter.
- Sebuah handphone yang diduga milik korban ditemukan tergeletak di bawah pohon manggis.
- Korban tergantung dengan tali melilit di lehernya, dengan panjang tali sekitar 42 cm.
- Ditemukan luka lecet dan lebam di sekitar leher akibat jeratan tali.
- Tubuh korban sudah dalam kondisi kaku saat pemeriksaan dilakukan.
- Posisi ujung lidah korban tergigit.
- Terdapat cairan sperma di kemaluan serta keluarnya kotoran dari dubur, yang merupakan tanda-tanda khas orang yang meninggal karena gantung diri.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Ridwan Budiarta, membenarkan adanya laporan kematian yang disebabkan oleh bunuh diri.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam dua hari terakhir, ada dua kasus bunuh diri yang terjadi di wilayah Tasikmalaya.
“Benar, hari ini di Kecamatan Bantarkalong ada laporan bunuh diri, dan kemarin juga ada kasus serupa di Kecamatan Karangnunggal,” ujar AKP Ridwan.
Untuk kasus di Bantarkalong, penyelidikan awal mengarah pada dugaan motif asmara.
Korban diduga mengalami tekanan akibat hubungan yang putus-nyambung dengan pacarnya.
Sementara itu, korban di Kecamatan Karangnunggal meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas.
Dengan dugaan motif tekanan ekonomi akibat banyaknya cicilan yang harus dibayarkan.
Fenomena bunuh diri di Tasikmalaya yang terjadi dalam waktu berdekatan ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian dan masyarakat.
AKP Ridwan mengimbau kepada masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi mental orang-orang di sekitar mereka.
Terutama, kata Ridwan, yang menunjukkan tanda-tanda tekanan emosional atau depresi.
Pihaknya mengajak seluruh warga untuk saling peduli terhadap kesehatan mental orang-orang di sekitar.
“Jika ada keluarga, teman, atau tetangga yang terlihat mengalami tekanan berat, segera ajak bicara atau arahkan untuk mencari bantuan,” pesannya.
Pihak kepolisian juga mengingatkan bahwa jika ada warga yang mengalami kesulitan atau memiliki permasalahan, bisa menghubungi layanan kesehatan atau lembaga pendampingan psikologis untuk mendapatkan bantuan yang tepat.
Kasus ini kini dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang untuk memastikan tidak ada unsur lain yang melatarbelakangi kejadian tersebut. (GaluhID/Arul)
