oleh

6 Sekolah di Ciamis Raih Penghargaan Adiwiyata Nasional

 
 

Ciamis, galuh.id – Masyarakat Ciamis kini bisa berbangga, pasalnya 6 sekolah yang berasal dari wilayah Kabupaten Ciamis mendapatkan penghargaan tingkat Nasional.

6 sekolah asal Ciamis mendapatkan penghargaan sekolah Adiwiyata Nasional. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, Bertempat di Gedung manggala Wanabakti, Jakarta pada Jumat (13/12/2019).

Loading...

Penyerahan penghargaan kepada 6 sekolah asal Ciamis tersebut merupakan bagian dari acara Penghargaan Adiwiyata Nasional dan Adiwiyata Mandiri di tahun 2019.

Adapun program penyerahan penghargaan tersebut merupakan penganugerahan yang ke-13 kalinya, sejak pertama kali dimulai tahun 2006.

6 sekolah asal Ciamis yang meraih penghargaan sekolah Adiwiyata Nasional yaitu: SMPN 1 Ciamis, MI Handapherang, SDN 2 Kertasari, MIN 10 Ciamis, MTsN 13 Ciamis, dan SDN 8 Panjalu.

Erwan Dermawan, Sekertaris Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis, mengatakan, banyaknya sekolah Adiwiyata Nasional maupun Mandiri di Ciamis merupakan pemicu harapan besar mengenai kebersihan dan lingkungan Kabupaten Ciamis.

Ia menyampaikan bahwa di Ciamis sebenarnya mempunyai tradisi atau kebiasaan Jum’at bersih, cuma menurutnya masih diakhiri dengan membakar sampah.

“Karena generasi-genarasi muda sudah dididik, pertanyaannya, generasi tua apakah sudah memahami itu. Tradisi-tradisi (kebiasaan) di Ciamis, Jumat bersih atau gerakan sangat banyak. Cuman, suka diakhiri pembakaran sampah,” ujar Erwan kepada GaluhID, Kamis (18/12/2019).

Menurutnya hal itu merupakan sesuatu yang keliru, sehingga pendidikan anak muda tidak terkalahkan oleh tradisi (kebiasaan) membakar sampah tersebut. Akibatnya, ketika anak-anak kembali ke masyarakat malah ikut membakar sampah.

“Dalam kesempatan kali ini juga, kita mengimbau ke masyarakat gerakan Jum’at bersih itu tetap dipertahankan, tetapi tradisi membakar sampahnya dihilangkan. Silahkan (sampahnya) disimpan di tempat sampah yang kami buat ataupun silaha
kan kontak ke kami kalau membutuhkan angkutan persampahan,” paparnya.

Erwan mengharapkan sekolah-sekolah lain yang belum meraih Adiwiyata untuk mencontoh sekolah-sekolah tersebut.

Menurutnya ini bukan soal gengsi semata, tapi soal kenyamanan yang luar biasa. Malah ia mempersilahkan untuk membandingkan bagaimana rasanya sekolah yang sudah Adiwiyata Nasional maupun Mandiri dengan yang belum berkesempatan.

Erwan berharap sekolah yang telah meraih Adiwiyata dapat menularkan kesadaran jaga lingkungan di tempatnya masing-masing.

“Ke Ade-ade, ke bapak ibu guru penerima Adiwiyata patut berbangga. Hal yang terpenting dibawa ke lingkungan masing-masing. Jangan sampai, Gurunya mengajarkan di sekolahnya bagus, tapi di lingkungannya tidak bisa mengajarkan. Begitu juga anak-anaknya” ujar Erwan.

“Mudah-mudahan kepedulian lingkungan tersebut tertanam di diri siswa-siswi dan gurunya juga mampu mengajarkan di lingkungan tempat dia tinggal,” pungkasnya. (GaluhID/Waskito)

loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA