Manajer PSGC Ciamis
Ini kami, suporter PSGC Ciamis saat mengawal kebanggaan kami di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara. Foto: Dokumentasi Balad Galuh

Ndu Corner, galuh.idDisclaimer: Jika tulisan ini masuk kanal Ndu Corner, tentu ada alasannya, yakni tulisan ini bukan produk jurnalistik, ini tentang manajer PSGC Ciamis, mungkin cuma gosip semata yang dilengkapi dengan analisa sok tahu dan dibumbui pendapat pribadi. Anda boleh setuju atau tidak.

Kabar itu datang seiring masuknya kembali Kabid Darlog BPBD Ciamis ke WAG Info Bencana Ciamis. Kabid yang juga Exco PSSI Kabupaten Ciamis ini dikenal pula sebagai salah satu Panpel pertandingan PSGC. Iyaa ketiga jabatan tersebut disandang oleh satu orang, tepatnya satu wanita bernama Ani Supiani. Wanita asal Kawasen, Banjarsari, kelahiran 16 Januari 1976.

Teh Ani, yang sebelumnya sempat keluar dari WAG Info Bencana Ciamis kembali masuk WAG. Datang-datang langsung membawa kabar yang terus terang saya bingung untuk meresponnya. Kabar itu tepatnya, “Ndu, kandidat manajer kuat Mas Agus.”

Sejak Herdiat Sunarya ditetapkan KPU sebagai pemenang Pilkada, saya sempat bertanya pada si Akang ini. Setelah jadi Bupati, mau tetap jadi manajer atau mau nyari pengganti? Jawabannya: tetap jadi manajer PSGC Ciamis.

Saya mafhum saat itu, Peneliti LSI sempat memberi pernyataan jika suara si Akang terdongkrak bersama kiprahnya sebagai Manajer PSGC Ciamis. Maka, jika dia mempertahankan diri sebagai manajer, saya bisa mengerti alasannya.

Lalu saat Anniversary Balad Galuh ke-8, Bupati Ciamis ini dalam sambutan mengatakan tekadnya untuk membawa PSGC ke Liga 1, “kumaha we carana mah” entah bagaimana caranya, begitu dia bilang di hadapan Balad Galuh dan supporter lainnya yang hadir di pelataran Stadion Galuh Ciamis pada 16 Maret 2019 lalu.

Kami, supporter yang hadir saat itu tertular optimisme beliau. Kira-kira dua hari saya melewati hari-hari dengan penuh semangat karena mimpi PSGC ke Liga 1. Sayangnya pada hari ketiga, logika saya merusaknya.

Pengalaman menyambangi Panpel PSIS Semarang di kawasan Stadion Jati Diri, Semarang pada 26 Januri 2019 silam, membuat saya realistis. Liga 1 masih jauh, setidaknya jika dilihat kesiapan Stadion yang harus standar Liga 1.

Anda boleh membantah bagian ini dengan: ‘Persija juga nggak punya Stadion, tapi Liga 1 kok?’ Di sini saya perlu ingatkan, PSGC bukan klub milik Jokdri!

Saya pernah diminta bertanya pada Herdiat, ‘mau dibangun Stadion nggak di Ciamis?’ Yang saya ingat, si Akang menjawab yang intinya ada keinginan tapi lihat nanti aja sih. Jawaban yang agak kurang memuaskan.

Lalu dilihat dari persiapan tim yang hare-hare di permukaan, walaupun saya tahu manajemen sebenarnya bergerak ke sana kemari memburu pemain, tapi sepertinya terpentok masalah dana tea. Aduh pedih begini!

Intinya, secara logika, PSGC mustahil ke Liga 1 tahun ini. Tapi tenang masih ada setidaknya 5 tahun kepemimpinan Herdiat sebagai Bupati Ciamis, sehingga kita para supporter pun masih bisa berharap. Apalagi jika ditambah 5 tahun lagi kepemimpinan beliau jika terpilih kembali, total kita punya waktu 10 tahun untuk menjaga asa ke Liga 1. Amin ya Allah…

Generasi penerus kebanggaan Ciamis, PSGC Ciamis. Hari ini jadi suporter, besok bawa PSGC juara. Foto: Wawan Setiawan/AWS Fotografi.

Lalu tiba-tiba datang kabar, Agus Winarno, penyokong Manajer PSGC Ciamis saat Pilkada Ciamis 2018 sedang dilamar untuk menggantikan Herdiat Sunarya sebagai manajer. Sebelumnya tidak ada kabar manajer akan diganti.

Saya amat setuju jika manajer PSGC Ciamis diganti. Mempertahankan Herdiat yang sudah jadi milik Ciamis untuk mengurus Klub local yang bermain di Liga 2, rasanya akan menggangu konsentrasi beliau, walau saya tahu beliau juga professional.

Saya membayangkan Herdiat selalu ingin menonton di VIP Stadion Galuh tanpa terbebani posisi sebagai manajer. Hanya murni sebagai supporter yang mendukung klub daerahnya, sama lah seperti kita-kita supporter tribun yang cuma bisa teriak ‘wasit go*lok’ saat tim kalah.  

Agus Winarno siapa sih dia? Saya langsung googling nama yang satu ini. Pria kelahiran Klaten ini dikenal sebagai arsitek kepala daerah di berbagai Kabupaten dan Kota.

Kami mah bagian teriak ‘wasit go*lok’. Foto: Dokumentasi Wanoja Galuh

Agus Winarno, SH lebih sering disebut sebagai sang motivator. Ia sukses mengantarkan pasangan Budi Yusuf, pada Pilkada Kota Tasikmalaya, tahun 2017 lalu. Lalu di Ciamis? Anda semua jadi saksinya.   

Penelusuran saya mengenai nama yang satu ini juga ingin mengetahui apakah beliau supporter bola? Ini penting. Saya ingat betul kata yang dilontarkan Herdiat saat pertama kali berbincang dengannya, intinya, ‘jangan sampai orang yang seneng gulat atau tinju dibiarkan mengurus sepak bola, karena nggak nyambung’.

Lalu saya menemukan fakta dia tidak suka sepakbola. Tapi dia tahu caranya memanajeri tim untuk memenangkan calon yang diusungnya dalam berbagai pertarungan Pilkada?

Bagaimana jika kemampuannya itu diimplementasikan ke sebuah klub bola lokal, Liga 2 pula? Jika Mas Agus berani menerima tantangan ini, dan lalu berhasil. Sejarah akan mencatatnya, dia yang tak suka sepak bola berhasil menghantarkan klub bola lokal kecil ke kasta lebih tinggi. Hmmm, menarik. Saya cukup excited sampai sini.

Lalu isu lain, Mas Agus bukan Asli Ciamis. Pliss ya, jika saja Anda lupa, saya salah satu orang yang tidak setuju dengan tagline Asli Ciamis yang primordial itu. Kita Indonesia, bukan bangsa Inggris yang berasal dari satu ras kaukasoid saja.

Jika saja Mas Agus membaca ini, kami, supporter sudah lelah dan putus asa Mas. Kami ingin ke Liga 1, tapi rasanya mustahil dan nggak masuk logika. Namun, kami akan sangat senang jika ada yang bisa membuat perubahan pada tim yang kami cintai ini.

Keuntungan materi mungkin belum terbayangkan Mas. Tapi yang pasti, melihat kami manusia-manusia pemimpi bisa mewujudkan harapannya lewat tangan midas Mas Agus, saya pastikan tidak akan ada nilai uang yang bisa melampaui kebahagian itu. Salam dari Ndu, Wanoja Galuh. (Galuh.id/Ndu)

loading...
 
 

TINGGALKAN KOMENTAR

Mohon masukan komentar anda!
Masukan nama anda disini