olahraga, galuh.id– Saat ini, Timnas Indonesia diperkuat oleh sejumlah pemain berkualitas yang berkarier di liga-liga top Eropa, termasuk Eredivisie.
Bahkan, beberapa di antaranya merupakan pemain reguler di klubnya masing-masing.
Namun, kondisi ini tidak berbanding lurus dengan performa Skuad Garuda di kancah internasional.
Hal ini terlihat jelas saat Indonesia harus menelan kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam lanjutan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Kondisi tersebut menjadi sorotan bagi Robert Maaskant, seorang analis sepak bola asal Belanda.
Menurutnya, meskipun Indonesia memiliki pemain berbakat seperti Mees Hilgers, Calvin Verdonk, dan Thom Haye.
Namun ketiga pemain tersebut dinilai gagal menunjukkan performa terbaik mereka ketika membela tim nasional.
“Mereka adalah pemain berkualitas di Eredivisie, tetapi di level internasional, mereka masih belum memiliki dampak yang signifikan,” ujar Maaskant, dikutip dari Sportnieuws.
Pemain Eredivisie Rasakan Perbedaan Level di Timnas dan Klub
Maaskant menegaskan sepak bola di level internasional sangat berbeda dengan kompetisi liga.
Menurutnya, kualitas individu tidak serta-merta dapat diterjemahkan ke dalam permainan tim nasional yang memiliki sistem dan gaya bermain berbeda.
“Situasi ini tidak akan berubah dalam semalam. Kinerja tim bergantung pada kualitas pemainnya,” lanjutnya.
Baca juga: Kritik Tajam Pundit Belanda: Jika Timnas Indonesia Kalah dari Bahrain, Hanya Sebuah Sirkus!
Maaskant juga mengingatkan ekspektasi terhadap para pemain keturunan harus lebih realistis.
Pasalnya, jika mereka memiliki kualitas yang cukup untuk bersaing di Timnas Belanda, mereka tentu tidak akan memilih untuk membela Indonesia.
Dengan hadirnya Patrick Kluivert sebagai pelatih, Timnas Indonesia semakin kental dengan pengaruh Belanda.
Banyaknya pemain keturunan yang memperkuat Skuad Garuda memang menjadi nilai tambah.
Meski demikian tetap butuh waktu untuk membangun Timnas Indonesia yang solid.
“Kita harus jujur, para pemain ini tidak akan memilih membela Indonesia jika mereka memiliki peluang untuk masuk ke tim nasional Belanda,” pungkas Maaskant.
Meskipun memiliki deretan pemain berkualitas dari Eredivisie, Timnas Indonesia masih membutuhkan waktu untuk berkembang dan bersaing di level internasional.
Ekspektasi tinggi dari penggemar harus diimbangi dengan kesabaran, karena membangun tim yang kompetitif tidak bisa dilakukan secara instan.
Kini, tugas Patrick Kluivert adalah menemukan formula terbaik agar Indonesia bisa tampil lebih baik di laga-laga mendatang melawan Bahrain pada Selasa (25/3/2025).
