Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020
 
 

Aparat Desa di Ciamis Jangan Takut Pada Wartawan

Cimaragas, galuh.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Ciamis melakukan sosialisasi kepada perangkat desa terkait masalah kewartawanan di Aula Kecamatan Cimaragas, Kabupaten Ciamis, Rabu (18/9/2019).

Ketua PWI Ciamis, Deni Hamdani, mengatakan kepada aparatur pemerintahan desa di seluruh Kabupaten Ciamis agar tidak takut terhadap wartawan. Menurutnya, wartawan melakukan kaidah-kaidah jurnalistik.

“Aparatur pemerintah desa di Kabupaten Ciamis jangan takut terhadap wartawan. Jika ada oknum wartawan yang melakukan tindakan keluar dari kaidah-kaidah kode etik jurnalistik, laporkan saja ke pihak berwenang,” kata Deni.

Menurutnya, wartawan adalah seseorang yang secara rutun melaksanakan tugas-tugas jurnalistik. Dia meminta aparat desa melayani wartawan selama tidak melenceng dari kode etik jurnalistik.

“Layani saja, selama wartawan tidak melenceng dari kode etik jurnalistik, karena yang disebut wartawan itu seseorang yang secara rutin melaksanakan tugas-tugas jurnalistik,” jelasnya.

Deni mengaku, selama ini pihaknya banyak mendapat laporan dari kepala desa bahwa banyak orang yang mengaku wartawan mendatangi kantor kepala desa dengan membawa permasalahan. Namun ujung-ujungnya oknum itu meminta sejumlah uang.

Deni menegaskan, jika ada indikasi pemerasan seharusnya kepala desa dan perangkatnya melaporkan orang yang mengaku-ngaku wartawan pemeras. 

“Pemerasan itu sudah keluar dari kaidah jurnalistik,” tegasnya.

Dia menegaskan bahwa organisasi profesi wartawan yang diakui oleh Dewan Pers salah satunya adalah PWI. Tapi, lanjutnya, PWI bukanlah polisinya wartawan. Sehingga tidak bisa menindak oknum wartawan yang berperilaku tidak sesuai kode etik.

“PWI di sini hanya mendampingi, kalau ada apa-apa di desa bisa berkoordinasi atau konsultasi dengan PWI,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, PWI Perwakilan Ciamis sendiri membawahi tiga Kabupaten/kota, yakni Ciamis, Banjar dan Pangandaran. Kata dia, tidak semua wartawan di Ciamis masuk organisasi PWI.

“Tidak mudah masuk menjadi anggota PWI, makanya tidak banyak. Sekarang yang tercatat hanya 44 anggota, itu pun dari Ciamis, Banjar dan Pangandaran,” ucapnya. (galuh.id/Taz)

Redaksi GaluhID
Galuh.ID terbangun dari tidur yang panjang soal keberadaan berita hoax yang semakin hari semakin meresahkan.
Loading...
loading...

Artikel Terkait

Tahun Ajaran Baru 2020 di Tengah Pandemi Covid-19, Guru di Ciamis Keliling ke Rumah Siswa

Berita Ciamis, galuh.id - Tahun Ajaran Baru 2020 sudah dimulai Senin (13/7/2020), namun kegiatan belajar mengajar di Kabupaten Ciamis Jawa Barat belum...

Adaptasi Kebiasaan Baru Warga Ciamis Diminta Rajin Olahraga

Berita Ciamis, galuh.id - Adaptasi Kebiasaan Baru Warga masyarakat Ciamis diminta untuk rajin olahraga. Karena olahraga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan...

Didi Irawadi Syamsuddin, Anggota DPR RI Bagikan Sembako di Ciamis dan Pangandaran

Berita Ciamis, galuh.id - Didi Irawadi Syamsuddin, Anggota Dewan DPR RI Fraksi Partai Demokrat dapil Jabar X berikan bantuan sembako di Kabupaten...

Temukan Kami

49,360FansSuka
185PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya

Rurouni Kenshin The Final dan The Beginning Batal Tayang, Ini Alasannya

Rurouni Kenshin The Final dan The Beginning batal tayang. Dua film sekuel live action terbaru dari petualangan Himura Batousai ini tak jadi...

MPLS SMA/SMK Tahun Ajaran Baru 2020 di Jabar Dilaksanakan Secara Online

Berita Jabar, galuh.id - Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA/SMK tahun ajaran baru 2020 di Jawa Barat (Jabar) dilaksanakan secara online.

Inter Vs Torino: Menang 3-1, Nerrazurri Menyodok ke Posisi Kedua Klasemen

Berita Olahraga, galuh.id - Inter Vs Torino merupakan Laga yang menjadi rangkaian pertandingan penutup di pekan ke-32 Liga Italia.

Tiga Rumus Pariwisata Jabar Aman Beroperasi di Masa AKB

Berita Jabar, galuh.id - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menerangkan tiga rumus agar pariwisata Jabar aman untuk beroperasi kembali di masa...

Tidak Pakai Masker di Jabar Akan Dikenakan Denda Rp 100-150 Ribu

Berita Jabar, galuh.id - Tidak pakai masker di Jabar akan dikenakan denda sebesar Rp. 100 ribu sampai dengan Rp. 150 ribu.