Jabar, galuh.id – Arus mudik dan kunjungan wisata di Jawa Barat meningkat saat libur hari raya Idul Fitri 1446 Hijriyah atau Lebaran 2025, Rabu (2/4/2025).
Berdasarkan data yang di rilis Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat pada Selasa (1/4/2025), lebih dari 11,8 juta pemudik menggunakan layanan kereta api. Sementara volume kendaraan di jalur utama, termasuk Tol Cikampek, meningkat tajam.
Untuk mengatasi kepadatan, Pemprov Jabar melalui Dinas Perhubungan bersama pihak kepolisian telah menerapkan rekayasa lalu lintas. Termasuk sistem contraflow di Cikampek dan ganjil-genap di jalur wisata Puncak, Bogor.
Selain itu, destinasi wisata seperti Kebun Raya Cibodas di Cianjur, Tangkuban Perahu di Bandung, dan Pantai Sindangkerta di Tasikmalaya mulai padat pengunjung, menandai tingginya mobilitas masyarakat selama libur Lebaran.
Sekretaris Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar menyatakan bahwa lonjakan arus mudik dan wisata ini sudah diprediksi sebelumnya.
Kendati demikian, pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan memastikan keamanan serta kenyamanan para pengguna jalan.
“Di sektor transportasi darat, jumlah penumpang di terminal bus mengalami penurunan,” katanya.
Terminal Tipe A mencatat 18.332 penumpang pada 31 Maret 2025, mengalami penurunan 27,15 persen dari hari sebelumnya.
“Penurunan lebih besar terjadi di Terminal Tipe B yang hanya melayani 3.196 penumpang, turun 55,36 persen,” kata Dhani.
Pergerakan penumpang kereta api di beberapa wilayah menunjukkan tren beragam. Di wilayah Daop I, jumlah penumpang komuter mencapai 21.951 orang, mengalami penurunan sebesar 12,65 persen.
Sementara itu, di Daop II, jumlah penumpang jarak jauh menurun 6,18 persen menjadi 25.051 orang. Namun, layanan kereta lokal mengalami lonjakan hingga 38,14 persen dengan total 58.811 penumpang.
Di Daop III, terjadi peningkatan jumlah penumpang sebesar 16,44 persen menjadi 13.228 orang. Untuk layanan Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), tercatat 17.878 penumpang, menurun sebesar 22,66 persen.
Strategi Lalu Lintas Saat Arus Mudik Meningkat
Di sektor udara, Bandara Kertajati melayani 510 penumpang, mengalami penurunan 12,52 persen dari hari sebelumnya.
Sementara itu, di Bandara Nusawiru, hanya tercatat 28 penumpang dengan tidak adanya penerbangan pada hari sebelumnya.
Lonjakan kendaraan juga terjadi di sejumlah ruas tol utama di Jawa Barat. Ruas Tol Cipularang mencatat peningkatan kendaraan masuk sebesar 70,69 persen atau sebanyak 59.881 kendaraan.
Sementara itu, jumlah kendaraan yang keluar meningkat 69,68 persen atau sebanyak 42.134 kendaraan.
Peningkatan serupa terjadi di ruas Tol Padaleunyi dengan kenaikan 64,72 persen untuk kendaraan masuk dan 67,04 persen untuk kendaraan keluar.
Berdasarkan data traffic counting lidar pada 31 Maret 2025, terjadi penurunan jumlah kendaraan di beberapa jalur utama Jawa Barat.
Jalur Pantura mengalami penurunan 2,7 persen dengan mayoritas kendaraan roda dua mencapai 73,6 persen. Jalur Tengah mengalami penurunan 5,9 persen, juga didominasi kendaraan roda dua sebesar 70,3 persen.
Di Jalur Selatan, jumlah kendaraan menurun 4 persen, sementara di Jalur Wisata terjadi penurunan 0,8 persen.
Pemda Provinsi Jawa Barat terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran arus balik.
Selain itu memastikan kesiapan infrastruktur transportasi menghadapi puncak arus balik yang perkiraan terjadi dalam beberapa hari mendatang.
Harapan dengan langkah-langkah strategis yang telah diterapkan, mobilitas masyarakat selama masa libur Lebaran dapat berjalan dengan lancar dan aman. (GaluhID/Diana)
Editor: Evi
