Galuh ID – Asam lambung naik di pagi hari merupakan keluhan yang cukup umum, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan pencernaan seperti GERD (gastroesophageal reflux disease). Kondisi ini terjadi ketika asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan, menimbulkan sensasi panas di dada (heartburn), mual, atau rasa asam di mulut.
Ada beberapa penyebab mengapa asam lambung cenderung naik di pagi hari. Pertama, posisi tidur yang datar bisa memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan. Kedua, makan malam terlalu dekat dengan waktu tidur atau mengonsumsi makanan berlemak, pedas, atau asam juga dapat memperburuk kondisi ini. Ketiga, stres dan kurang tidur bisa memengaruhi produksi asam lambung.
Menurut Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Kalteng (pafikalteng.org) untuk mengurangi risiko asam lambung naik di pagi hari, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.
Pertama, Anda perlu menghindari makan besar sebelum tidur, sebaiknya beri jeda minimal dua hingga tiga jam antara makan malam dan waktu tidur. Kedua, tidur dengan posisi kepala lebih tinggi dari perut juga bisa membantu mencegah refluks. Ketiga, hindari konsumsi kafein, cokelat, dan makanan pedas di malam hari.
Baca Juga: Perbedaan Gatal karena Gangguan Ginjal dan Gatal Biasa, Harus Tahu Nih!
Penting juga untuk menjaga pola makan yang sehat dan teratur. Sarapan pagi dengan makanan ringan seperti oatmeal, pisang, atau roti gandum bisa membantu menetralkan asam lambung. Jika keluhan terus berulang, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut, termasuk kemungkinan penggunaan obat penurun asam lambung.
PAFI Kalteng juga mengingatkan penderita asam lambung agar menjaga gaya hidup sehat. Memahami pemicu asam lambung adalah kunci utama untuk mencegah gangguan ini, terutama di pagi hari saat tubuh baru memulai aktivitas. (GaluhID)
