Galuh ID – Gatal-gatal merupakan keluhan umum yang bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari alergi, iritasi kulit, hingga gangguan organ dalam seperti ginjal. Penting untuk mengenali perbedaan gatal karena gangguan ginjal dan gatal biasa, agar tidak salah menangani.
Berikut Perbedaan Ginjal karena Gangguan Ginjal dan Gatal Biasa
1. Gatal Biasa (Kulit):
Gatal biasa umumnya disebabkan oleh faktor eksternal seperti alergi makanan, gigitan serangga, cuaca kering, atau reaksi terhadap produk perawatan kulit. Gatal ini cenderung:
- Terlokalisasi atau di area tertentu (misalnya tangan, kaki, leher).
- Disertai ruam, kemerahan, bentol, atau kulit kering.
- Mereda dengan penggunaan krim anti-gatal atau antihistamin.
- Tidak disertai gejala sistemik seperti kelelahan atau mual.
Baca Juga: Kaki Bengkak Tapi Tidak Sakit, Pertanda Apa?
2. Gatal Karena Gangguan Ginjal:
Gatal akibat masalah ginjal, khususnya penyakit ginjal kronis (PGK), memiliki ciri khas yang berbeda, antara lain:
- Gatal terasa di seluruh tubuh, terutama di punggung, dada, lengan, dan kepala.
- Tidak ada ruam atau tanda-tanda kulit iritasi meskipun rasa gatal sangat hebat.
- Biasanya terjadi terus-menerus, terutama pada malam hari, sehingga mengganggu tidur.
- Tidak membaik dengan obat anti-gatal biasa.
- Disertai gejala lain seperti pembengkakan kaki, lelah berlebihan, mual, dan perubahan frekuensi buang air kecil.
Menurut para ahli kesehatan, termasuk Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Kota Bitung (pafikotabitung.org), gatal karena ginjal merupakan dampak dari penumpukan zat racun dalam darah yang tidak mampu disaring dengan baik oleh ginjal.
Jika Anda mengalami gatal yang menetap tanpa penyebab jelas dan disertai gejala lain, penting untuk segera berkonsultasi ke dokter. Deteksi dini gangguan ginjal bisa mencegah kerusakan organ yang lebih parah di kemudian hari. (GaluhID)
