Ciamis, galuh.id – Hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, beberapa waktu lalu memicu terjadinya tanah longsor yang berdampak pada bangunan SDN 3 Jagabaya.
Kejadian longsor ini terjadi pada Minggu (13/7/2025) sekitar pukul 11.30 WIB. Longsor menyebabkan keretakan dan kerusakan pada ruang perpustakaan serta ruang kelas 4.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, menjelaskan bahwa posisi bangunan sekolah berada dekat tebing dengan tinggi sekitar 2 meter dan panjang 8 meter.
Tambah kondisi saluran drainase yang tidak berfungsi optimal, menjadi pemicu utama kejadian ini.
“Air hujan dari atap langsung jatuh ke tanah tanpa melalui talang air, sehingga lama-kelamaan menggerus pondasi bangunan. Akibatnya struktur tanah retak dan membuat pondasi perpustakaan mengalami kemiringan ke arah tebing,” jelas Ani, Rabu (16/7/2025).
Berdasarkan hasil assessment tim BPBD Ciamis bersama aparat setempat, pada bangunan perpustakaan ditemukan retakan pada dinding dan lantai. Dengan kategori kerusakan rusak sedang sekitar 50 persen.
Sementara di ruang kelas 4, genting yang bocor membuat plafon ambruk dengan kategori kerusakan rusak ringan sekitar 10 persen.
“Untuk saat ini ruang kelas 5 dan 6 juga ikut terancam jika tidak segera melakukan penanganan,” lanjutnya.
Ani menuturkan, meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun pengungsian, kondisi dampak tanah longsor di Jagabaya ini perlu segera mendapat penanganan.
BPBD Ciamis merekomendasikan agar melakukan perbaikan saluran drainase dari cucuran atap, pembangunan TPT (Tembok Penahan Tanah), serta renovasi bangunan perpustakaan dan ruang kelas yang terdampak.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar segera tindaklanjuti, supaya proses belajar mengajar dapat berlangsung aman,” pungkasnya. (GaluhID/Tegar)
Editor: Evi
