Empat Ruang Kelas Rusak dan Tak Layak, SMP Plus Pasawahan Ciamis Butuh Revitalisasi

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

CIAMIS, galuh.id – Kondisi bangunan SMP Plus Pasawahan, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, membutuhkan perhatian serius. Empat ruang kelas yang saat ini masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar berada dalam kondisi yang dinilai sudah tidak layak.

Kepala SMP Plus Pasawahan, Rohman, mengungkapkan kondisi tersebut kepada awak media, Rabu (2/9/2026).

Ia mengatakan, kerusakan terutama terlihat pada bagian atap yang mengalami kebocoran serta konstruksi kayu yang mulai keropos.

“Empat ruang kelas ini sebenarnya sudah tidak layak pakai. Atapnya sudah bocor, kemudian kayunya juga sudah keropos. Karena tidak ada tempat lain, terpaksa ruang kelas tersebut masih digunakan untuk kegiatan belajar,” ujar Rohman.

- Advertisement -

Menurut Rohman, kondisi tersebut membuat pihak sekolah berharap SMP Plus Pasawahan dapat menjadi salah satu penerima program revitalisasi satuan pendidikan yang saat ini tengah digencarkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Terlebih, kebutuhan terhadap ruang belajar semakin mendesak seiring dengan terus bertambahnya jumlah siswa.

“Alhamdulillah, jumlah siswa terus bertambah. Sekarang dari kelas 7 sampai kelas 9 seluruhnya sudah ada 117 siswa,” katanya.

Rohman menuturkan, pihak sekolah sebelumnya telah mengajukan usulan untuk mendapatkan program revitalisasi tersebut. Bahkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis telah datang langsung untuk melihat kondisi bangunan SMP Plus Pasawahan.

- Advertisement -

“Usulan sudah kami sampaikan. Bahkan, Disdik Ciamis juga sudah melihat langsung kondisinya. Kami berharap program revitalisasi tersebut bisa segera didapatkan agar siswa bisa belajar dengan lebih nyaman dan aman,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kebutuhan sekolah tidak hanya sebatas memperbaiki empat ruang kelas yang mengalami kerusakan. SMP Plus Pasawahan juga membutuhkan tambahan ruang belajar serta fasilitas penunjang pendidikan berupa perpustakaan.

Menurutnya, idealnya bangunan sekolah ini mendapat perbaikan secara menyeluruh mengingat kondisinya seperti ini.

“Jadi, sekolah ini sebenarnya perlu direhab total. Kami juga belum memiliki ruang perpustakaan. Harapannya, selain perbaikan bangunan, ada penambahan dua ruang belajar dan pembangunan ruang perpustakaan,” pungkas Rohman. (GaluhID/Uus)

- Advertisement -
Berita Terbaru

Berburu Harga Terjangkau, Warga Baregbeg Serbu GPM

CIAMIS, – Minyak goreng dan telur menjadi dua komoditas yang paling diburu masyarakat dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM)...

Artikel Terkait