Ciamis, galuh.id – Baznas Kabupaten Ciamis menyalurkan bantuan logistik berupa 50 unit terpal kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ciamis, Senin (05/05/2025).
Penyerahan bantuan tersebut sebagai bentuk konsistensi Baznas dalam menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat yang hidup di wilayah rawan bencana.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ketua Baznas Ciamis Lili Miftah kepada Ecep Indra perwakilan dari Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD di Kantor Baznas Ciamis.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program unggulan Baznas Ciamis bertajuk “Zakat untuk Kemanusiaan”. Sebuah pendekatan yang mengintegrasikan nilai ibadah zakat dengan aksi sosial lintas sektor.
Dalam kerangka ini, zakat tidak hanya digunakan untuk bantuan konsumtif atau kebutuhan keagamaan, tetapi mengarahkan pada kebutuhan darurat dan pembangunan sosial masyarakat secara menyeluruh.
“Zakat bisa menjadi jembatan antara kepedulian umat dan kebutuhan riil masyarakat. Kita harus memperluas makna dan peran zakat dalam konteks kebencanaan dan krisis sosial,” terang LiLi.
Bagi sebagian besar masyarakat, terpal mungkin hanya tampak sebagai lembaran plastik. Namun dalam kondisi darurat, fungsinya berubah menjadi kebutuhan dasar yang tak ternilai.
“Terpal dapat menjadi pengganti atap, dinding darurat, bahkan tenda penampungan sementara yang memberi rasa aman bagi para korban bencana,” ujar Lili.
Pihaknya menyadari bahwa dalam situasi bencana, kecepatan dan ketepatan distribusi logistik sangat menentukan keselamatan dan kenyamanan warga terdampak.
“Terpal menjadi salah satu kebutuhan prioritas saat terjadi bencana. Kami ingin memastikan barang ini tersedia dan bisa segera di gunakan di lapangan,” ucapnya.
Bantuan tersebut bukan hanya bentuk respon terhadap bencana, tetapi juga cara memperkuat jaringan solidaritas sosial.
“Bencana bisa datang tanpa aba-aba. Tapi kepedulian tidak boleh menunggu. Bantuan ini adalah bagian dari respon kami terhadap kebutuhan masyarakat dalam kondisi darurat,” tutur Lili.
Bantuan Terpal Fase Awal Penanggulangan Bencana
Ia juga menegaskan bahwa program bantuan kebencanaan merupakan bagian dari rencana jangka panjang yang lebih besar.
“Ketika masyarakat menghadapi musibah, kehadiran lembaga seperti Baznas menjadi penguat mental, spiritual, dan sosial,” jelas Lili.
Tidak hanya menyalurkan bantuan saat krisis, Baznas juga aktif dalam program edukasi mitigasi bencana, pemberdayaan ekonomi masyarakat rentan, dan pemulihan pasca bencana.
Dengan semangat gotong royong dan nilai-nilai kemanusiaan, Baznas terus memperkuat peran strategisnya sebagai pilar ketiga dalam pembangunan sosial di luar pemerintah dan sektor swasta.
BPBD Ciamis pun menyambut baik bantuan tersebut. Menurut Ecep Indra, terpal merupakan komponen penting dalam fase awal penanggulangan bencana.
“Terpal ini bukan hanya barang logistik, tapi bagian dari kesiapsiagaan. Dukungan Baznas membantu kami memperkuat buffer stock. Agar saat bencana terjadi, kami tidak terhambat dalam distribusi,” ujar Ecep.
Bantuan terpal tersebut akan di simpan di gudang logistik BPBD Ciamis untuk digunakan saat terjadi bencana.
“Barang-barang ini akan langsung dimasukkan dalam gudang logistik untuk memperkuat kesiapan respon cepat,” jelas Ecep.
Menurutnya, sangat penting membangun ekosistem kebencanaan yang tidak hanya reaktif, tetapi juga preventif dan kolaboratif.
“Kita tak bisa mengandalkan satu pihak dalam menghadapi bencana. Semua harus bersinergi, dari pemerintah, masyarakat, hingga lembaga sosial seperti Baznas ini,” katanya.
Bantuan 50 terpal menjadi simbol bagaimana zakat dapat menjelma menjadi aksi nyata.
Dari tangan para muzakki, zakat diolah dan salurkan untuk menghidupkan harapan di tengah duka. Mempercepat pemulihan dan membangun kembali rasa aman di tengah ketidakpastian. (GaluhID/Resa)
Editor: Evi
