Sabtu, 16 Oktober 2021 | 3:26
Sabtu, 16 Oktober 2021
More
    BJB

    BI Prediksi Perekonomian Jabar Membaik Pada Triwulan III dan IV

    Berita Jabar, galuh.id – Bank Indonesia (BI) prediksi perekonomian Jabar akan membaik pada triwulan III dan IV. Hal ini seiring bertumbuhnya beberapa indikator ekonomi yang sebelumnya mengalami kontraksi.

    Kepala Group Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Perwakilan Jabar Pribadi Santoso menyebut beberapa indikator ekonomi di Jawa Barat telah mengalami peningkatan.

    Indikator ekonomi Jabar yang meningkat diantaranya seperti indeks keyakinan konsumen, penjualan ritel, tingkat hunian hotel, penerimaan pajak, mobilitas penduduk serta ekspor luar negeri.

    Prediksi Perekonomian Jabar

    Menurut Pribadi, kemungkinan meningkatnya beberapa indikator ekonomi di Jabar tersebut sebagai dampak dilonggarkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) beberapa waktu lalu.

    “Kita optimistis pada triwulan III dan IV akan ada pertumbuhan ekonomi yang lebih berarti,” ujar Pribadi, dalam webinar yang diselenggarakan Satgas Pemulihan Ekonomi Jabar, Jumat (4/9/2020).

    Pribadi menjelaskan, mobilisasi masyarakat yang meningkat diperkirakan dapat kembali mendorong konsumsi. Pembukaan kembali objek wisata dengan syarat protokol kesehatan juga mulai menunjukkan geliat konsumsi.

    Hal itu terbukti dengan okupansi kamar sebesar 27,20 persen pada awal triwulan III 2020, dari semula yang hanya 13,50 persen pada triwulan II 2020.

    Jumlah penumpang domestik di Bandara Husein Sastranegara Bandung juga mulai menunjukkan kenaikan. Pada Juli 2020 jumlah penumpang tercatat sebanyak 5.589 orang, meningkat dibanding Juni 2020 yang sebanyak 2.808 orang.

    Diperkirakan jumlah penumpang akan terus mengalami kenaikan seiring dengan telah beroperasinya kembali maskapai penerbangan domestik.

    ”Inilah yang membuat kita optimistis. Perekonomian Jabar pada triwulan III dan IV akan lebih baik,” katanya.

    Percepat Belanja Pemerintah

    Untuk mempercepat pemulihan ekonomi Jabar, Pribadi menyarankan supaya pemda provinsi Jabar dan pemerintah pusat mempercepat belanja pemerintah.

    Salah satunya dengan mendorong proyek skala nasional dan proyek insfrastruktur strategis di Jabar seperti pembangunan pelabuhan Patimban dan KCIC.

    Kemudian, mendorong operasional sektor-sektor ekonomi dengan risiko rendah dan dampak besar seperti pertanian melalui digital farming. Selain itu farmasi dan kesehatan, informasi dan komunikasi, dan lainnya.

    Lebih lanjut kata Pribadi, UMKM juga harus dipulihkan dengan cepat melalui digitalisasi. Menjaga investasi tetap berdaya saing. Termasuk mengoptimalkan potensi untuk menangkap relokasi investasi.

    Hal yang juga tak kalah penting adalah menjaga ekspektasi masyarakat terhadap pertumbuhan ekonomi yang akan datang. Selain itu menjaga keyakinan investor untuk tetap berinvestasi di Jabar.

    ”Juga mendorong kreativitas dan keterlibatan semua pihak dalam imlementasi adaptasi kebiasaan baru,” katanya.

    Sementara itu, pengamat ekonomi Unpad Bandung Yayan Satyakti menilai. Pemulihan dan penyehatan ekonomi Jabar sangat tergantung pada keseriusan pemerintah dalam menerapkan protokol kesehatan.

    Bila protokol kesehatan diabaikan, kata Yayan, malah akan tumbuh klaster-klaster baru penyebaran Covid-19 yang justru dapat menghambat pemulihan ekonomi di Jabar. (GaluhID/Evi)

    Loading...

    Temukan Kami

    47,551FansSuka
    284PengikutMengikuti
    2,760PelangganBerlangganan