CIAMIS, galuh.id – Melanjutkan pendidikan ke jenjang magister tidak harus mahal ataupun mengharuskan seseorang meninggalkan daerah asal. Prinsip tersebut menjadi komitmen Institut Nahdlatul Ulama (INU) Ciamis dalam mengembangkan program pascasarjana dengan mengedepankan biaya terjangkau, mutu unggul, dan gelar bermartabat.
Komitmen itu disampaikan Rektor INU Ciamis, Dr. H. Kusoy Fadiliah, M.Si., dalam kegiatan kuliah perdana dan matrikulasi mahasiswa pascasarjana di Kampus 1 INU Ciamis, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru dalam menempuh pendidikan magister sekaligus bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Ciamis dan sekitarnya.
Menurut Kusoy, kesempatan memperoleh pendidikan tinggi berkualitas seharusnya tidak hanya terbuka bagi masyarakat dengan kemampuan ekonomi tinggi atau mereka yang tinggal di kota-kota besar. Masyarakat daerah juga memiliki hak dan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas keilmuan melalui pendidikan magister.
“Pendidikan S2 tidak harus mahal. Masyarakat di daerah juga berhak memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas tanpa harus meninggalkan daerahnya sendiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keinginan melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dimiliki berbagai kalangan, mulai dari guru, tenaga kependidikan, pekerja, aparatur, hingga tokoh masyarakat. Namun, biaya pendidikan dan keterbatasan waktu kerap menjadi pertimbangan dalam mewujudkan keinginan tersebut.
Karena itu, INU Ciamis berupaya menghadirkan pilihan pendidikan pascasarjana yang lebih terjangkau sehingga masyarakat tetap memiliki kesempatan mengembangkan kompetensi tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun lingkungan tempat mereka mengabdi.
Meski mengedepankan keterjangkauan biaya, Kusoy menegaskan bahwa kualitas akademik tetap menjadi hal utama yang harus dijaga. Menurutnya, perluasan akses pendidikan tidak boleh mengurangi standar pembelajaran maupun kompetensi lulusan.
“Biaya terjangkau bukan berarti mutunya rendah. Kami ingin membuktikan bahwa akses pendidikan bisa diperluas tanpa mengorbankan kualitas akademik,” tegasnya.
Matrikulasi Perkuat Fondasi Akademik MahasiswaSelain memperluas akses pendidikan, INU Ciamis menempatkan kualitas pembelajaran sebagai perhatian utama dalam penyelenggaraan program pascasarjana.
Kuliah perdana dan matrikulasi menjadi tahapan awal untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tuntutan akademik di jenjang magister. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami materi perkuliahan, tetapi juga mampu berpikir kritis, mengembangkan argumentasi ilmiah, menguasai metodologi penelitian, serta menghasilkan karya akademik yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam kegiatan tersebut, INU Ciamis juga menghadirkan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag., sebagai salah satu pemateri.
Kehadiran Dirjen Pendidikan Islam diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa sekaligus memberikan perspektif mengenai pengembangan pendidikan Islam dalam mengawali perjalanan akademik di jenjang pascasarjana.
Kusoy mengatakan, peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan tenaga pengajar yang kompeten serta proses pembelajaran yang mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan intelektual secara berkelanjutan.
Untuk mendukung hal tersebut, INU Ciamis berupaya melibatkan akademisi dengan kepakaran dan pengalaman yang memadai. Perkuliahan juga dapat dilaksanakan melalui metode tatap muka maupun daring sesuai kebutuhan, dengan tetap memperhatikan kualitas pembelajaran dan pendampingan akademik.
Kusoy menegaskan, keberhasilan pendidikan magister tidak cukup diukur dari gelar yang diperoleh setelah mahasiswa menyelesaikan studi. Gelar tersebut harus mencerminkan peningkatan kemampuan berpikir, kedalaman analisis, serta tanggung jawab keilmuan.
Ia mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan proses pendidikan untuk mengembangkan kapasitas diri, terutama dalam mengkaji persoalan secara kritis, melakukan penelitian, dan menghasilkan karya ilmiah yang memiliki dasar akademik kuat.
“Jangan sampai gelarnya bertambah, tetapi cara berpikirnya tidak berkembang. Mahasiswa harus mampu meneliti, menghasilkan karya ilmiah, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya.
Menurutnya, pendidikan pascasarjana juga perlu membentuk lulusan yang memiliki integritas, wawasan luas, serta kekuatan moral dan spiritual. Dengan demikian, ilmu yang diperoleh tidak hanya berguna bagi pengembangan diri, tetapi juga dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Lulusan magister diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam bidang pendidikan, pelayanan publik, penelitian, maupun pengembangan masyarakat sesuai dengan kompetensi masing-masing.
Melalui pengembangan program pascasarjana, INU Ciamis ingin turut meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. Kehadiran program ini diharapkan memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus menanggung beban biaya yang terlalu berat atau meninggalkan lingkungan tempat mereka bekerja dan mengabdi.
Prinsip biaya terjangkau, mutu unggul, dan gelar bermartabat pun menjadi arah pengembangan pascasarjana INU Ciamis. Keterjangkauan diharapkan memperluas kesempatan belajar, kualitas akademik tetap dijaga, sementara gelar magister harus diperoleh melalui proses pendidikan yang serius dan mencerminkan kompetensi lulusannya.
