BKPSDM Ciamis Ukur Potensi dan Kompetensi ASN

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Ciamis, galuh.id- Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ciamis mulai memetakan potensi dan kompetensi aparatur melalui kegiatan profiling Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sebanyak 531 PNS dari berbagai jenjang jabatan mengikuti penilaian kompetensi dan potensi yang berlangsung selama empat hari, 15-18 September 2026, di Aula BKPSDM Ciamis.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah Pemkab Ciamis dalam mempercepat penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya dalam membangun basis data potensi dan kompetensi setiap pegawai.

Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Aparatur BKPSDM Kabupaten Ciamis, Diki Darusman, mengatakan kegiatan profiling tersebut merupakan bagian dari program nasional Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam rangka percepatan manajemen talenta ASN.

- Advertisement -

“Ini merupakan program nasional dari BKN dalam rangka percepatan manajemen talenta. Salah satunya adalah penyelenggaraan penilaian kompetensi bagi ASN yang belum memiliki nilai potensi dan kompetensi dalam manajemen talenta,” kata Diki, pada Rabu (16/09/2026).

Menurutnya, kegiatan tersebut lebih diarahkan pada pengukuran potensi dan kompetensi ASN, bukan untuk menentukan penghargaan maupun kualifikasi tertentu.

Pengukuran tersebut nantinya menjadi salah satu indikator dalam manajemen talenta. Selain hasil penilaian potensi dan kompetensi, manajemen talenta juga berkaitan dengan pengembangan kompetensi kualifikasi pendidikan serta riwayat jabatan ASN.

“Hasil setiap individu kan berbeda-beda. Nanti kita bisa melihat nilai dan arah pengembangan kompetensi yang diperlukan oleh masing-masing ASN” jelasnya.

- Advertisement -

Diki menjelaskan, peserta profiling berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dan jenjang jabatan, mulai dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, administrator, pengawas, jabatan fungsional hingga pelaksana.

Dengan adanya profiling tersebut, setiap ASN diharapkan setidaknya telah memiliki data mengenai potensi dan kompetensi dirinya. Data tersebut selanjutnya dapat diintegrasikan dengan sistem informasi ASN sebagai bagian dari pemenuhan profil talenta ASN.

“Harapannya, minimal dengan adanya kegiatan ini dapat mengukur potensi dan kompetensi yang mereka miliki untuk peningkatan kinerja di organisasinya masing-masing. Kemudian arah pengembangannya nanti ke mana, ini menjadi penentu arah pengembangan karier,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, penilaian dilakukan berbasis komputer. Para peserta mengerjakan sejumlah subtes yang mengukur beberapa aspek, di antaranya potensi, kompetensi, manajerial, sosial kultural, literasi digital serta preferensi karier.

Diki menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak mengenal istilah lulus atau tidak lulus. Hasil penilaian lebih ditujukan untuk mengetahui kemampuan dan potensi masing-masing ASN sebagai bahan evaluasi serta dasar intervensi pengembangan ke depan.

“Jadi kita tidak ada lulus atau tidak lulus, tetapi ini mengukur kemampuan seseorang tersebut. Minat bakatnya di bidang apa, itu menjadi bahan evaluasi dan intervensi ke depan, baik dari Pemerintah Kabupaten Ciamis maupun dirinya sendiri,” katanya.

Ia menambahkan, hasil penilaian juga dapat menjadi bahan bagi ASN untuk mengetahui aspek yang masih perlu dikembangkan. Data tersebut dapat dilihat melalui sistem informasi ASN masing-masing individu.

“Untuk basic data, untuk pengembangan karier, untuk manajemen talenta. Banyak yang dinilai. Kalau misalkan nilainya bagus, itu menjadi modal untuk dia sendiri ke depan,” pungkas Diki.

- Advertisement -
Berita Terbaru

DPRKPLH Ciamis Ajak Warga Hentikan Membakar Sampah

CIAMIS, galuh.id — Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis mengimbau masyarakat untuk tidak membakar...

Artikel Terkait