Ciamis, galuh.id – BPBD Kabupaten Ciamis melaksanakan asesmen dan penyaluran bantuan logistik kepada korban rumah ambruk di tiga lokasi berbeda, Selasa (22/4/2025).
Selain menyalurkan bantuan, BPBD juga melakukan penanganan bencana tanah longsor di Desa Cimaragas.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ciamis melalui Pusdalops PB terus menunjukkan komitmennya dalam penanganan bencana secara cepat dan tanggap.
Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dan asesmen ini merupakan bagian dari upaya pemerintah.
Upaya dalam memastikan bahwa warga terdampak bencana mendapatkan perlindungan dan kebutuhan dasar secara cepat.
Ani mengatakan, respons cepat adalah kunci dalam penanganan bencana.
“Tim kami bergerak ke lokasi begitu laporan masuk untuk melakukan kaji cepat dan mendistribusikan bantuan logistik kedaruratan,” ujarnya.
Tim BPBD menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak rumah ambruk di tiga lokasi berikut:
- Desa Selamanik, Kecamatan Cipaku – Bantuan diberikan kepada Een (1 KK, 1 jiwa).
- Desa Hujungtiwu, Kecamatan Panjalu – Bantuan untuk Enjang (1 KK, 5 jiwa).
- Asesmen di Desa Nagarajaya, Kecamatan Panawangan – Dilakukan asesmen kepada rumah milik Udin (1 KK, 3 jiwa).
“Setiap lokasi mendapatkan penanganan sesuai dengan kebutuhan mendesak, mulai dari makanan siap saji hingga logistik dasar lainnya,” jelas Ani.
Bantuan Kedaruratan untuk Korban Rumah Ambruk
Selain itu, BPBD juga merespons kejadian tanah longsor di Dusun Tunggal Rahayu, RT 11 RW 04, Desa/Kecamatan Cimaragas, yang terjadi pada Jumat (18/4/2025) malam.
Penyebab longsor tersebut oleh hujan dengan intensitas tinggi yang menggerus TPT (Tembok Penahan Tanah) bagian dapur milik warga, Pian Sopian.
Meski tidak ada korban jiwa, longsor berdampak pada dapur, WC, dan sumur rumah. Saat ini, perbaikan sedang berlangsung secara gotong royong.
“Tim kami langsung melakukan kaji cepat dan mendistribusikan bantuan darurat berupa paket sembako dan mie instan,” kata Ani.
“Koordinasi dengan aparat desa setempat juga terus kami lakukan untuk memastikan penanganan berjalan lancar,” lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa BPBD terus berupaya hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, dengan menyesuaikan intervensi berdasarkan tingkat kerusakan dan risiko di lokasi bencana.
Pihaknya pun mengajak masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana, terutama saat cuaca ekstrem.
“Kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah sangat penting dalam membangun ketangguhan,” pungkas Ani. (GaluhID/Tegar)
Editor: Evi
