Ciamis, galuh.id – Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyatakan bahwa pemkab mendukung eksplorasi migas, selama pelaksanaannya dengan memperhatikan prinsip ramah lingkungan.
Hal itu ia sampaikan saat menerima kunjungan dari perwakilan PT Minarak Banyumas Gas dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Senin (21/7/2025).
Adapun kunjungan tersebut dalam rangka menyampaikan hasil penelitian potensi sumber daya minyak di wilayah Ciamis bagian selatan.
Dalam pertemuan itu, pihak SKK Migas dan PT Minarak memberikan paparan mengenai hasil eksplorasi minyak bumi yang telah dilakukan di sejumlah titik.
Khususnya di wilayah yang berbatasan antara Kecamatan Purwadadi Ciamis dengan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Bupati Herdiat menerangkan, berdasarkan informasi dari SKK Migas, telah melakukan pengeboran eksploratif di beberapa titik. Termasuk satu titik di wilayah Ciamis dan tiga titik lainnya di wilayah Kabupaten Banyumas.
Dari hasil awal yang SKK Migas sampaikan, potensi terbesar justru perkiraan berada di wilayah Ciamis selatan.
“Informasi dari SKK Migas menyebutkan bahwa potensi minyak bumi yang cukup besar itu ada di daerah antara Purwadadi dan Lakbok. Mudah-mudahan saja benar. Kalau memang betul ada sumber tambang minyak di Ciamis, tentu kita bersyukur,” ujar Herdiat.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh kewenangan pengelolaan tambang minyak sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat.
Meski begitu, Pemkab Ciamis menyatakan siap memberikan dukungan secara penuh, selama melakukan eksplorasi dengan memperhatikan prinsip-prinsip lingkungan dan keberlanjutan.
“Pemerintah daerah hanya bisa mendukung dan mendoakan. Asal tidak merusak lingkungan dan tidak mengganggu lahan produktif seperti sawah dan kebun. Itu syarat utama dari kami,” tegasnya.
Potensi Ekonomi Hasil Eksplorasi Migas
Sebagai tindak lanjut dari rencana eksplorasi, saat ini PT Minarak telah mulai melaksanakan tahapan pembebasan lahan seluas kurang lebih satu hektar di wilayah Desa Manganti, Kecamatan Purwadadi.
“Proses ini menjadi bagian dari tahapan Field Program Geological (FPG) yang sebelumnya sudah dilaksanakan,” jelas Herdiat.
Selain itu, pihak perusahaan juga telah berkoordinasi dengan masyarakat sekitar, termasuk aparat desa dan kecamatan.
Koordinasi itu untuk memastikan kegiatan eksplorasi berjalan tanpa menimbulkan konflik sosial maupun kerusakan ekosistem.
Lebih lanjut Herdiat menuturkan, jika perkiraan potensi cadangan minyak itu benar, maka wilayah Ciamis selatan dapat menghasilkan hingga 70 ribu barel per hari.
Namun tidak seluruh hasil eksplorasi akan langsung berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) pemerintah daerah. Mengingat hak pengelolaan berada di pemerintah pusat.
“Kalau memang benar ada produksi 70 ribu barel per hari, kita berharap akan ada Dana Bagi Hasil (DBH) yang bisa Kabupaten Ciamis terima. Tapi tentu penentuan besarannya oleh regulasi dari pusat,” tuturnya.
Pemkab Ciamis menyatakan terbuka terhadap investasi sektor energi, termasuk eksplorasi migas. Selama sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan dan tidak mengganggu keseimbangan ekosistem lokal.
“Proses komunikasi antara pihak perusahaan, pemda dan masyarakat, diharapkan terus menjaga transparansi dan menciptakan manfaat ekonomi jangka panjang,” pungkasnya. (GaluhID/Resa)
Editor: Evi
