Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020
 
 

Bupati Perlu Atur Penggunaan Plastik di Ciamis

Penulis: Turehan Ashuri

Opini, galuh.id – Bahaya sampah plastik kian terasa seiring dengan langkanya air di musim kemarau ini. Bukan hanya karena deforestasi yang terjadi di sisa hutan yang kita miliki, namun juga karena resapan air yang terhalangi sampah plastik yang terpendam puluhan tahun lamanya.

Kebiasaan masyarakat desa masih membuang sampah di belakang rumah dengan menggali tanah, masyarakat sama sekali tidak memilah sampah organik dan non organik seperti plastik dan sampah yang tidak mampu diolah oleh tanah. Kita bisa bayangkan bahwa plastik mampu terurai secara alami membutuhkan proses 350 sampai 500 tahun.

Adanya Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah sudah cukup menjadi acuan bupati Kabupaten Ciamis untuk mengeluarkan aturan larangan penggunaan plastik sekali pakai. Tidak hanya itu saja, dalam aturan tersebut juga harus memperkuat soal pengelolaan sampah organik dan non organik.

Kita melihat bahwa progam daur ulang sampah masih sebatas seremonial dan aplikasinya lemah di masyarakat. Bukan hanya dampak kekeringan yang bisa terjadi, namun juga saat musim kemarau air tidak teresap humi, karena pori-pori bumi tertutup sampah plastik yang telah terkubur lama dan tidak terurai.

Kerusakan lingkungan bukan terjadi karena faktor individu, namun bisa terjadi lantaran banyak faktor. Penyebab kerusakan lingkungan tidak hanya karena faktor individu, tetapi kebijakan pemerintah juga berperan penting.

Perlu diingat juga sampah tidak datang dari rumah tangga ataupun industri, namun juga dari impor sampah yang berasal dari luar negeri yang lagi ramai dibahas sekarang ini.

Jadi sudah semestinya kita bergerak bersama, namun tanpa regulasi yang jelas dan hanya berpatokan pada undang-undang, hal ini masih dianggap lemah. Sekali lagi Bupati Ciamis segeralah membuat Peraturan Bupati atau Perda supaya kepala desa bisa membuat peraturan desa (Perdes) untuk menangani masalah yang sudah sangat serius ini.

Kerusakan lingkungan hidup sudah sampai stadium akhir, jangan sampai kita mewarisi tangisan dengan rusaknya hutan, laut yang kotor dan kualitas air yang buruk. (galuh.id)

Turehan Ashuri

Pegiat lingkungan hidup dari Paguyuban Bale Rahayat . Tinggal di Banjarsari (masih) Ciamis.

Redaksi GaluhID
Galuh.ID terbangun dari tidur yang panjang soal keberadaan berita hoax yang semakin hari semakin meresahkan.
Loading...
loading...

Artikel Terkait

Mawas Diri Terhadap Alam

Bulan Juni, dapat dikatakan sebagai bulan untuk kita bermawas diri terhadap alam. Setidakna ada dua tanggal di bulan Juni, yakni 5 Juni...

New Normal dan Berdamai dengan Corona, Siapa Takut?

Opini, galuh.id - Saya tidak mau berpolemik apa makna new normal atau berdamai dengan Corona dalam konteks kehidupan bagi para pekerja seperti...

Nonton The World of The Married, Apa Menariknya Sih?

Opini, galuh.id - The World of The Married salah satu drama Korea (drakor) yang tengah menjadi perbincangan saat ini. Dari kaula muda...

Temukan Kami

49,358FansSuka
185PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya

Rurouni Kenshin The Final dan The Beginning Batal Tayang, Ini Alasannya

Rurouni Kenshin The Final dan The Beginning batal tayang. Dua film sekuel live action terbaru dari petualangan Himura Batousai ini tak jadi...

MPLS SMA/SMK Tahun Ajaran Baru 2020 di Jabar Dilaksanakan Secara Online

Berita Jabar, galuh.id - Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA/SMK tahun ajaran baru 2020 di Jawa Barat (Jabar) dilaksanakan secara online.

Inter Vs Torino: Menang 3-1, Nerrazurri Menyodok ke Posisi Kedua Klasemen

Berita Olahraga, galuh.id - Inter Vs Torino merupakan Laga yang menjadi rangkaian pertandingan penutup di pekan ke-32 Liga Italia.

Tiga Rumus Pariwisata Jabar Aman Beroperasi di Masa AKB

Berita Jabar, galuh.id - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menerangkan tiga rumus agar pariwisata Jabar aman untuk beroperasi kembali di masa...

Tidak Pakai Masker di Jabar Akan Dikenakan Denda Rp 100-150 Ribu

Berita Jabar, galuh.id - Tidak pakai masker di Jabar akan dikenakan denda sebesar Rp. 100 ribu sampai dengan Rp. 150 ribu.