Kamis, 28 Januari 2021
Kamis, 28 Januari 2021
 
 

Cegah Corona, Petugas Bubarkan Pesta Pernikahan di Pangandaran

Berita Pangandaran, galuh.id – Petugas dari Kepolisian bersama TNI dan aparat pemerintahan membubarkan resepsi pernikahan di Pangandaran secara paksa.

Pernikahan tersebut belokasi di Dusun Ciawitali, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Rabu (25/03/2020).

Polisi dan unsur pemerintahan setempat melakukan upaya pencegahan karena acara tersebut melibatkan masyarakat dalam jumlah cukup banyak.

Apalagi telah diketahui sesuai dengan pemberitaan sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran mencatat ada 18 warga yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Pangandaran.

Hal tersebut membuat Pemerintah Daerah meniadakan sementara kegiatan yang melibatkan kerumunan massa sebagai upaya memutus siklus Covid-19.

Termasuk acara resepsi pernikahan di Kecamatan Kalipucang yang dimeriahkan oleh pertunjukan seni tradisional ronggeng.

“Dasar pembubaran yang kami lakukan tentunya Maklumat Kapolri tentang pencegahan Covid-19,” terang Kapolsek Kalipucang AKP Jumaeli.

Dia melanjutkan, pihaknya terpaksa melakukan pembubaran. Karena yang bersangkutan tidak mengindahkan surat yang telah diberikan.

Pasangan Pernikahan di Pangandaran Bersikap Kooperatif

Di sisi lain, pihak yang mempunyai hajat, yakni pasangan Harun dan Sriningsih bersikap kooperatif. Mereka dengan sukarela menghentikan pesta dengan langsung membongkar tenda resepsi dengan disaksikan petugas.

Sementara itu, Jumaeli menjelaskan sebelumnya pihak Polsek telah memberikan izin. Setelah Maklumat Kapolri turun, pihaknya meminta masyarakat memaklumi karena telah membatalkan izin yang telah diberikan.

Kendati demikian, Camat Kalipucang, Nana Sukarna menyatakan apresiasi atas kesadaran masyarakat untuk menghentikan kegiatan kenduri guna menghindari risiko penyebaran Covid-19.

Menurutnya, sikap petugas untuk kebaikan masyarakat juga. Dia memaklumi bahwa yang mempunyai hajat sudah melakukan persiapan jauh-jauh hari dengan biaya tidak sedikit. “Namun sekali lagi, ini demi kebaikan kita semua,” ungkap Nana.

Selain di Desa Pamotan, pihak Muspika Kecamatan Kalipucang juga mendatangi warga Desa Bagolo yang sedianya hendak menggelar pesta pernikahan besok hari. “Setelah diberi penjelasan, mereka akhirnya bisa memahami,” kata Nana.

Dia bersyukur, di Desa Bagolo bersedia membatalkan resepsi. Tapi kalau akad nikahnya tetap dilaksanakan.

“Tentunya dengan memperhatikan protokol pencegahan penyebaran Covid-19. Jarak penghulu, saksi dan pengantin diatur, menyediakan hand sanitizer dan lainnya,” pungkas Nana. (GaluhID/Maulana)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Loading...

Artikel Terkait

Alun-alun Paamprokan Pangandaran Tingkatkan Imun Warga Jabar

Berita Pangandaran, galuh.id - Gubernur Jabar Ridwan Kamil meninjau sekaligus soft opening Alun-alun Paamprokan Pangandaran, yang terletak di Jalan Pamugaran, Minggu (24/1/2021). Alun-alun yang asalnya...

Setelah Wabup, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata Juga Positif Covid-19

Berita Pangandaran, galuh.id - Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata positif Covid-19 setelah dua kali menjalani pemeriksaan swab test Minggu (24/1/2021). Melalui sambungan telepon kepada wartawan, Jeje...

Wabup Pangandaran Adang Hadari dan Istrinya Positif Covid-19

Berita Pangandaran, galuh.id - Wakil Bupati (Wabup) Pangandaran Adang Hadari dan istrinya, Renny Widiastuti, terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes)...

Temukan Kami

48,093FansSuka
219PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya