Bukan Sekadar Adipura, Ciamis Dipilih KLH Jadi Destinasi Belajar Pengelolaan Lingkungan

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

CIAMIS, galuh.id – Beragam prestasi lingkungan yang diraih Kabupaten Ciamis kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Kali ini, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memilih Tatar Galuh sebagai lokasi pembelajaran lapangan bagi generasi muda melalui program KELANA (Kenali Lingkungan Bareng Anak Muda).

Sebanyak 13 pelajar dari 13 sekolah di wilayah Jabodetabek mengunjungi Kabupaten Ciamis didampingi Putri Indonesia Lingkungan 2026, Victoria Veronica Titisari Kosasieputri. Selama kunjungan, mereka mempelajari secara langsung praktik pengelolaan sampah, pemberdayaan masyarakat, hingga gerakan pelestarian lingkungan yang telah tumbuh di tengah masyarakat.

Koordinator Kelompok Kerja Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup, Romi Setiawan, mengatakan Ciamis dipilih karena memiliki rekam jejak yang konsisten dalam pengelolaan lingkungan.

Selain mampu mempertahankan penghargaan Adipura hingga meraih Adipura Kencana, Kabupaten Ciamis juga berhasil mengukir prestasi di tingkat regional melalui ASEAN Environmentally Sustainable Cities (ESC) Award.

- Advertisement -

“Ciamis dipilih karena prestasinya positif. Adipuranya mampu dipertahankan, kemudian pernah mendapatkan penghargaan tingkat Asia. Tetapi yang paling menarik bagi kami adalah kekuatan pemberdayaan masyarakatnya,” ujar Romi.

Menurutnya, program KELANA dirancang agar generasi muda tidak hanya memahami isu lingkungan melalui teori di ruang kelas atau media sosial, tetapi juga melihat langsung praktik baik yang telah dijalankan pemerintah daerah, komunitas, dunia usaha, maupun para penerima penghargaan Kalpataru.

“Kami ingin anak-anak muda merasakan bahwa menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri. Harus bergerak bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” katanya.

Romi mengaku terkesan dengan kondisi lingkungan di Kabupaten Ciamis yang bersih dan minim sampah. Ia menilai hal tersebut merupakan hasil dari budaya masyarakat yang telah terbentuk dalam menjaga lingkungan.

- Advertisement -

“Virus baik seperti ini jangan berhenti di Ciamis. Harus bisa menyebar ke daerah lain di Indonesia. Ciamis membuktikan bahwa daerah yang tidak ditopang industri besar tetap mampu berprestasi melalui kekuatan masyarakat,” ungkapnya.

Belajar Pengelolaan Sampah di TPS 3R Kartini
Salah satu lokasi yang dikunjungi peserta KELANA adalah TPS 3R Kartini di Imbanagara Raya, Kecamatan Ciamis. Di tempat ini, para peserta mempelajari proses pengelolaan sampah organik dan anorganik yang terintegrasi serta memiliki nilai ekonomi.

Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis, Aris Taufik Abadi, menjelaskan TPS 3R Kartini dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti mesin press, mesin pengolahan plastik, hingga ruang pengolahan sampah organik.

“Konsepnya hampir sama dengan bank sampah, tetapi di sini pengolahannya dilakukan lebih terpadu,” jelas Aris.

Menurutnya, keberhasilan sistem tersebut tidak lepas dari kesadaran masyarakat yang telah membiasakan memilah sampah sejak dari rumah.

“Di permukiman sudah tersedia tempat sampah terpilah sehingga masyarakat melakukan pemilahan dari sumbernya. Hal itu sangat memudahkan proses pengolahan selanjutnya,” ujarnya.

Pengelolaan lingkungan di kawasan tersebut juga terintegrasi dengan kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) sehingga mampu mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan hasil pengolahan sampah.

Penghargaan Bukan Tujuan Akhir
Aris menegaskan, berbagai penghargaan yang diraih Kabupaten Ciamis, mulai dari Adipura Kencana hingga ASEAN ESC Award, merupakan hasil dari kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, penghargaan tersebut bukan menjadi tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus memperkuat budaya peduli lingkungan.

“Capaian yang diraih Ciamis tentu menjadi kebanggaan. Namun yang jauh lebih penting adalah menjaga kebiasaan baik masyarakat. Pengelolaan lingkungan tidak mungkin hanya dilakukan pemerintah. Kuncinya ada pada kolaborasi dan kesadaran masyarakat,” pungkasnya.

Melalui kunjungan program KELANA ini, KLH berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan di sekolah maupun lingkungan masing-masing, sekaligus menyebarluaskan semangat menjaga lingkungan kepada generasi muda di seluruh Indonesia. (GaluhID/Tegar)

- Advertisement -
Berita Terbaru

Bapenda Ciamis Dorong Transformasi Digital untuk Tingkatkan PAD 2027

Badan Pendapatan Daerah Ciamis mengadakan rapat untuk membahas Rancangan Kebijakan Umum APBD 2027 dengan TAPD dan DPRD. Sekretaris Bapenda, Dr. Angga Gustiana, menekankan pentingnya digitalisasi layanan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah serta mengoptimalkan pelayanan publik. Rapat ini bertujuan menyusun kebijakan fiskal yang efektif dan berkelanjutan.

Artikel Terkait