CIAMIS, galuh.id – Sebanyak 155 unit becak listrik bantuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto diserahkan kepada para pengayuh becak di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Aula Gedung PKK Kabupaten Ciamis, Minggu (6/9/2026). Bantuan disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya para pengayuh becak yang telah berusia lanjut.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto serta Yayasan GSN atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Ciamis.
“Alhamdulillah, pada pagi hari ini kita dapat berkumpul bersama, yang paling utama untuk bersilaturahmi dalam agenda pemberian bantuan becak listrik dari Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional,” ujar Herdiat.
Menurut Herdiat, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para pengayuh becak. Penggunaan becak listrik dinilai lebih ringan dibandingkan becak konvensional yang selama ini harus dikayuh menggunakan tenaga kaki.
Herdiat mengaku telah mencoba langsung becak listrik tersebut dan merasakan kemudahan dalam mengoperasikannya.
“Kemarin saya mencoba, ternyata sangat mudah dan sangat ringan. Mudah-mudahan Bapak-Ibu penerima manfaat bisa lebih menghemat tenaga,” katanya.
Ia juga berpesan agar para penerima bantuan menjaga dan merawat becak listrik tersebut dengan baik. Becak yang diberikan harus dimanfaatkan sebagai sarana usaha untuk membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Herdiat menegaskan, becak listrik tersebut tidak boleh dijual, digadaikan, disewakan maupun dipindahtangankan kepada pihak lain.
“Saya kira ini harus betul-betul ditaati, sehingga Bapak-Ibu bisa memanfaatkannya untuk membantu kehidupan dan kesejahteraan keluarga masing-masing,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan, mengatakan sebanyak 155 unit becak listrik disalurkan kepada masyarakat Kabupaten Ciamis.
Menurut Firman, program tersebut merupakan bentuk kepedulian Presiden Prabowo terhadap para pengayuh becak, terutama mereka yang telah berusia 60 tahun ke atas dan masih harus mengayuh becak secara manual untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Ia menjelaskan, gagasan bantuan becak listrik tersebut telah muncul jauh sebelum Prabowo menjabat sebagai Presiden. Saat itu, Prabowo disebut melihat langsung kondisi para pengayuh becak lanjut usia yang masih bekerja menggunakan tenaga fisik.
“Jauh sebelum beliau menjabat presiden, beliau melihat bagaimana kesulitan masyarakat atau warga yang 60 tahun ke atas masih mengayuh becak secara manual. Beliau merasa sedih melihat kondisi tersebut,” kata Firman.
Firman menegaskan, program becak listrik tersebut bukan program yang muncul secara tiba-tiba, melainkan bagian dari perhatian terhadap masyarakat yang telah dirancang sebelumnya.
Selain meringankan beban fisik, bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para pengayuh becak.
“Yang pertama bisa meringankan beban para bapak sekalian yang selama ini mengayuh secara manual. Kemudian yang kedua bisa meningkatkan perekonomian dan pendapatan bapak-bapak semua,” ujarnya.
Firman juga menegaskan bahwa becak listrik tersebut diberikan secara gratis kepada penerima manfaat. Setiap unit becak listrik disebut memiliki nilai sekitar Rp22 juta.
Karena merupakan bantuan, para penerima diminta menjaga amanah tersebut dan tidak menjual, menyewakan, menggadaikan ataupun memindahtangankannya.
“Jangan dijual, jangan direntalkan, jangan dipindahtangankan dan jangan digadaikan. Mudah-mudahan ini bisa digunakan untuk meningkatkan penghasilan dan membantu perekonomian keluarga,” tegasnya.
Selain itu, Yayasan GSN berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis dapat membantu menyiapkan tempat pengisian baterai becak listrik yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh para penerima manfaat.
Firman menjelaskan, becak listrik tersebut dapat digunakan dengan daya baterai yang mampu menunjang aktivitas para pengayuh.
Adapun 155 unit becak listrik tersebut disalurkan kepada penerima manfaat di lima wilayah kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Banjarsari mendapatkan 94 unit, Pamarican 14 unit, Ciamis 42 unit, Lakbok 3 unit, dan Purwadadi 2 unit.
Herdiat berharap bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas ekonomi para pengayuh becak dan memberikan dampak positif bagi keluarganya.
“Manfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga Bapak-Ibu semuanya,” pungkasnya.
