Galuh ID – Ciri atau gejala gagal ginjal pada anak bisa berbeda-beda tergantung jenisnya (akut atau kronis) serta seberapa parah kerusakan ginjal yang terjadi. Beberapa gejala mungkin tidak langsung tampak jelas pada tahap awal, sehingga penting bagi orang tua untuk waspada saat terlihat ciri-ciri anak menderita gagal ginjal.
Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Bolaang Mongondow Selatan Kab (pafibolaangmongondowselatankab.org) mengingatkan orang tua agar waspada terhadap gejala gagal ginjal yang terjadi pada anak.
Berikut Ciri-Ciri Anak Menderita Gagal Ginjal
1. Penurunan frekuensi dan jumlah buang air kecil
Anak mungkin jarang buang air kecil atau tidak buang air kecil sama sekali. Ini menjadi tanda utama terganggunya fungsi penyaringan ginjal.
2. Pembengkakan (edema)
Pembengkakan biasanya terlihat di wajah (terutama sekitar mata), kaki, tangan, atau perut karena tubuh menahan cairan.
Baca Juga: Penyebab Gagal Ginjal pada Anak, Ini yang Harus Diwaspadai!
3. Mudah lelah dan lemas
Ginjal yang tidak berfungsi dengan baik menyebabkan penumpukan racun dan limbah di dalam tubuh, sehingga anak mudah lelah, lemas, dan kurang aktif.
4. Nafsu makan menurun dan mual
Anak kehilangan selera makan, mual, bahkan muntah karena racun dalam darah meningkat.
5. Gangguan pertumbuhan
Gagal ginjal kronis dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan fisik anak, seperti tinggi badan yang tidak sesuai usia.
6. Perubahan warna kulit
Kulit anak bisa tampak lebih pucat atau bahkan berwarna kekuningan karena gangguan metabolisme dan anemia.
7. Gatal-gatal dan bau napas seperti amonia
Penumpukan urea dalam tubuh menyebabkan kulit gatal serta napas yang berbau khas seperti amonia.
8. Tekanan darah tinggi (hipertensi)
Ginjal berperan dalam mengatur tekanan darah, sehingga kerusakan ginjal bisa menyebabkan tekanan darah meningkat secara tidak normal.
Jika anak menunjukkan beberapa gejala di atas, sebaiknya segera dibawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk tes darah dan urin, guna menilai fungsi ginjal. Deteksi dan penanganan dini sangat penting agar kondisi ginjal anak tidak semakin memburu. (GaluhID)
