Dari Kawali, Warga Titip Aspirasi ke DPRD Jabar: Pembangunan Jangan Hanya Diukur dari Beton dan Jalan

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

CIAMIS, galuh.id – Warga Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, menitipkan sejumlah harapan kepada wakil rakyat di DPRD Jawa Barat. Pembangunan dinilai tidak cukup hanya dilihat dari banyaknya infrastruktur yang dibangun.

Pesan tersebut disampaikan tokoh masyarakat Kawali, Edi, saat Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Heri Rafni Kotari, melakukan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan di Kecamatan Kawali, Jumat (21/8/2026).

Menurut Edi, pembangunan seharusnya berangkat dari kebutuhan masyarakat yang merasakan langsung persoalan di wilayahnya. Karena itu, ruang dialog antara warga dan wakil rakyat dinilai penting agar kebijakan tidak berhenti pada pembangunan fisik.

“Pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga bagaimana kualitas hidup masyarakat meningkat,” ujar Edi.

- Advertisement -

Ia menyebut pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, pemberdayaan generasi muda, pelayanan publik, hingga pengembangan potensi lokal sebagai bagian yang perlu mendapat perhatian.

Warga, kata Edi, sebenarnya memiliki pengetahuan cukup mengenai persoalan di lingkungannya. Mereka juga mengetahui potensi yang bisa dikembangkan apabila diberi ruang untuk menyampaikan gagasan.

“Masyarakat tahu apa yang menjadi kebutuhan dan potensi di wilayahnya,” katanya.

Karena itu, Edi mengapresiasi kehadiran Heri Rafni Kotari yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan pandangan secara langsung. Menurutnya, pertemuan seperti itu dapat memperpendek jarak antara warga dengan ruang pengambilan kebijakan.

- Advertisement -

Namun, ia berharap komunikasi tersebut tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Aspirasi yang muncul dari masyarakat diharapkan benar-benar menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan.

“Kami tidak hanya ingin didengar ketika ada persoalan, tetapi juga ingin diberi ruang menyampaikan gagasan,” ungkapnya.

Edi juga menilai keterbukaan dan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan terhadap pemerintah. Warga tidak cukup hanya menunggu program, tetapi perlu ikut mengawal proses pembangunan.

“Masyarakat jangan hanya menunggu program pemerintah. Kita juga harus ikut memberikan gagasan dan mengawal pembangunan,” katanya.

Menurut Edi, kemajuan Kawali tidak semestinya hanya diukur melalui pembangunan jalan, gedung, atau infrastruktur lainnya. Ukuran yang tidak kalah penting adalah meningkatnya kualitas kehidupan masyarakat serta terbukanya kesempatan bagi warga untuk berkembang.

Ia berharap sinergi DPRD Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Ciamis, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat terus diperkuat.

Edi memahami tidak semua aspirasi dapat diwujudkan dalam waktu bersamaan. Namun, menurutnya, adanya ruang untuk menyampaikan kebutuhan masyarakat merupakan langkah awal agar kebijakan pembangunan lebih dekat dengan kondisi di lapangan.

“Ketika suara kami didengar, dicatat, dan diperjuangkan, itu sudah menjadi awal yang penting,” tuturnya.

Ia pun mengajak masyarakat Kawali mempertahankan semangat kebersamaan dan gotong royong. Pemerintah, wakil rakyat, dan masyarakat dinilai memiliki peran masing-masing dalam menentukan arah perkembangan wilayah.

“Kawali adalah rumah kita bersama,” pungkas Edi. (GaluhID)

- Advertisement -
Berita Terbaru

Ke Ciamis, Menteri Wihaji Soroti MBG 3B dan Penanganan Stunting

CIAMIS, galuh.id – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. H. Wihaji, meminta Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Kabupaten...

Artikel Terkait