Dari Rancah ke Mekkah, Viko Tempuh Ribuan Kilometer Jalan Kaki

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

CIAMIS, galuh.id — Perjalanan luar biasa dilakukan Viko Nur Faisal, warga Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis. Ia menempuh ekspedisi dari Rancah menuju Mekkah, Arab Saudi, untuk menunaikan ibadah haji dengan berjalan kaki dan melewati 17 negara selama sekitar 17 bulan.

Perjalanan tersebut bukan sekadar perjalanan biasa. Viko mengaku telah mempersiapkannya selama kurang lebih empat tahun. Berbagai persiapan dilakukan, mulai dari urusan birokrasi, menabung biaya perjalanan, melakukan riset jalur, hingga mengurus visa di sejumlah negara yang akan dilewati.

“Awalnya saya merasakan gelisah selama empat tahun. Dari kegelisahan itu saya mulai mempersiapkan semuanya, mulai dari birokrasi, uang yang harus disimpan, riset jalur sampai visa. Saya sadar ini bukan ekspedisi biasa,” ujar Viko usai acara pelantikan IHMI Kabupaten Ciamis di Gedung K. H. Irfan Hielmy Islamic Center Ciamis, pada Rabu (19/08/2026).

Ia mengaku bersyukur karena perjalanan menuju Tanah Suci tersebut mendapat dukungan luas dari masyarakat, khususnya keluarga dan warga Rancah, masyarakat Ciamis, Jawa Barat, hingga dukungan dari masyarakat di berbagai negara.

- Advertisement -

Viko mengatakan, tercapainya perjalanan selama 17 bulan dan melewati 17 negara sebenarnya bukan sesuatu yang sejak awal direncanakan. Angka tersebut terbentuk dari perjalanan border to border yang ia jalani menuju Mekkah hingga perjalanan pulang.

“17 negara dengan durasi 17 bulan itu tidak direncanakan. Itu dihitung dari perjalanan sampai pulang,” katanya.

Dalam perjalanan pulang, Viko harus melakukan penyesuaian rute. Dari wilayah Timur Tengah, ia menggunakan pesawat menuju Thailand karena pada saat itu perjalanan darat tidak memungkinkan untuk dilanjutkan. Dari Thailand, ia kemudian kembali melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Malaysia.

Salah satu momen penting dalam ekspedisinya terjadi pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Viko membawa bendera Merah Putih yang sebelumnya ia kibarkan di negara-negara yang dilewatinya.

- Advertisement -

Bagi Viko, pengibaran Merah Putih di berbagai negara menjadi simbol semangat dan kebanggaan sebagai warga Indonesia sekaligus bentuk doa agar perjalanan yang dilakukannya dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat Tanah Air.

“17 Agustus memang sudah saya rencanakan untuk membawa Merah Putih yang saya kibarkan di 17 negara. Siapa tahu membawa giro (semangat) untuk semua warga Indonesia dalam mencapai kemerdekaannya,” ungkapnya.

Selama perjalanan menuju Mekkah, Viko mengaku menghadapi berbagai suka dan duka. Namun, ia memilih melihat seluruh pengalaman tersebut sebagai sesuatu yang positif dan menjadi bagian penting dari proses perjalanan spiritualnya.

“Bagi saya semuanya positif. Hal-hal yang negatif justru menjadi acuan dan menambah giro dalam perjalanan. Jadi semuanya maslahat bagi saya,” ujarnya.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Viko adalah antusiasme masyarakat di berbagai negara yang menyambut kedatangannya. Saat berada di Turki, ia bahkan mendapat kesempatan bertemu Presiden Turki melalui wasilah undangan dari Wali Kota Şile, Istanbul.

Perjalanan Viko juga mendapat perhatian dari sejumlah media internasional. Ia sempat diwawancarai televisi di Turki dan sejumlah media lainnya, termasuk media di Malaysia.

Kesempatan tersebut sekaligus dimanfaatkan Viko untuk memperkenalkan Kabupaten Ciamis kepada masyarakat dunia, termasuk mengenalkan berbagai kearifan lokal yang dimiliki Tatar Galuh.

“Yang sangat berkesan dan tidak terlupakan adalah antusiasme masyarakat selama perjalanan. Dari situ saya bisa bertemu masyarakat berbagai negara dan mengkampanyekan kearifan lokal yang ada di Kabupaten Ciamis,” katanya.

Viko mengaku tidak ingin membandingkan negara mana yang memiliki kekurangan selama perjalanan. Ia memilih mengambil sisi positif dari setiap negara yang dilewatinya.

Menurutnya, sambutan masyarakat di berbagai negara menunjukkan bahwa Indonesia memiliki hubungan persaudaraan dengan masyarakat dunia.

“Kalau saya masuk ke Malaysia misalnya, ada bendera Malaysia dan di sebelahnya bendera Indonesia. Sepanjang 17 negara yang saya lewati konsepnya seperti itu. Itu menandakan bahwa kita saudara, Indonesia di mata dunia,” tuturnya.

Perjalanan spiritual tersebut juga bukan pengalaman pertama Viko dalam melakukan perjalanan yang berkaitan dengan ibadah. Ia mengungkapkan bahwa pada 2018 dirinya pernah mendapatkan hadiah untuk menunaikan ibadah haji.

Setelah berhasil menyelesaikan ekspedisi menuju Mekkah, Viko berharap pengalamannya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Ciamis. Ia juga menyampaikan pesan kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis agar memberikan perhatian terhadap anak-anak muda yang memiliki potensi untuk mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional.

“Pesan saya kepada Pak Bupati lebih kepada skala prioritas. Ada potensi anak-anak muda di daerah yang bisa mengharumkan nama ataupun Kabupaten Ciamis di kancah dunia,” katanya.

Menurut Viko, melalui ekspedisi tersebut dirinya tidak hanya menjalankan perjalanan menuju Tanah Suci, tetapi juga membawa nama Ciamis untuk diperkenalkan kepada masyarakat internasional.

Bahkan, siaran langsung pada perjalanan terakhirnya disebut mencapai sekitar 14 ribu penonton. Sebagian besar penonton berasal dari negara-negara yang pernah dilewatinya.

Terkait rencana membukukan kisah perjalanannya, Viko mengaku sudah banyak pihak yang menawarkan. Namun selama ekspedisi, ia lebih memprioritaskan program menulis Al-Qur’an.

“Setiap seri saya menulis Al-Qur’an beberapa ayat dan alhamdulillah ditutup dengan finish, Al-Qur’an itu selesai saya selesaikan,” ujarnya.

Viko juga telah menyiapkan rencana ekspedisi berikutnya. Sekitar satu atau dua tahun mendatang, ia berencana kembali melakukan perjalanan lintas negara dengan tujuan Masjid Al-Aqsa.

“Saya sudah mengatur jalur dari Yordania, nanti finish-nya di UK, tepatnya London. Insyaallah,” pungkas Viko.

(GaluhID/Tegar)

- Advertisement -
Berita Terbaru

Bapenda Ciamis Dorong Optimalisasi Aset Daerah Tingkatkan PAD

CIAMIS, galuh.id – Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama DPRD Kabupaten Ciamis membahas Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan...

Artikel Terkait