Destinasi Wisata di Ciamis Akan Dibuka Lebaran 2021

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Ciamis, galuh.id – Destinasi wisata di kabupaten Ciamis akan dibuka lebaran 2021. Asalkan membatasi jumlah pengunjung dan mematuhi prokes.

Kepala Dinas Pariwisata Ciamis H Wasdi, menyampaikan lebaran nanti tempat wisata akan buka dengan menerapkan prokes sesuai ketentuan pemerintah.

“Wisata kita pastikan buka pada hari raya Idul Fitri atau lebaran 2021. Tapi kapasitas 50% dan harus mematuhi prokes,” ucapnya, Senin (26/4/2021).

Hal itu agar tidak menimbulkan kerumunan serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

- Advertisement -

Lanjut Wasdi, meski masyarakat sudah suntik vaksin Covid-19, akan tetapi harus tetap waspada.

Selain itu juga harus menerapkan protokol kesehatan atau prokes sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

Menurutnya, kabupaten Ciamis memiliki potensi wisata yang sangat besar dan bagus. Potensinya tidak kalah dari wisata yang ada di daerah lain.

“Pada masa pandemi Covid-19 saat ini, kita harus benar-benar memulihkan perekonomian agar masyarakat Ciamis bisa sejahtera,” katanya.

- Advertisement -

Wasdi pun mengingatkan pengelola destinasi wisata harus menyiapkan fasilitas penunjang seperti tempat cuci tangan dengan air yang mengalir.

Kemudian masker, hand sanitizer serta alat pengukur suhu tubuh di area lokasi wisata tersebut.

Selain itu pengelola destinasi wisata juga berkewajiban untuk mengajak dan menyosialisasikan prokes kepada para pengunjung.

Wasdi mengajak pemerintah dan masyarakat bekerja sama dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona dengan menggunakan prokes setiap akan berpergian.

“Serta menumbuhkan kembali perekonomian di sektor wisata dan sektor lainnya,” jelasnya. (GaluhID/Aldi)

Editor : Evi

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru

Disdukcapil Ciamis Lolos Adminduk Prima 2026, Buktikan Kualitas Pelayanan Publik

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ciamis berhasil lolos Adminduk Prima 2026 dengan skor tertinggi, menunjukkan komitmen dalam pelayanan publik meski mengalami keterbatasan. Keberhasilan ini dicapai berkat kerja keras pegawai dan dukungan pemerintah setempat. Di masa depan, adaptasi digital dan inovasi layanan menjadi prioritas untuk meningkatkan kualitas birokrasi.

Artikel Terkait